Transformasi Bulog, Mengantar Kebaikan Mengukir senyum Masyarakat
📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 06:01 WIB | Oleh: Tim PenulisPermasalahan pangan dapat menjadi persoalan serius ke depannya. Laporan dari Global Report on Food Crisis (GRFC) menyebutkan hampir 282 juta penduduk dunia di 59 negara atau 21,5 persen dari populasi harus menghadapi tingkat kerawanan pangan akut pada 2023. Jumlah ini bertambah 24 juta dibandingkan tahun sebelumnya.
Indonesia pun tak lepas dari ancaman kerawanan pangan. Jumlah penduduk Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, yakni sebanyak 281,6 juta. Diperkirakan pada 2045 akan meningkat menjadi 324 juta jiwa. Di sisi lain, pada 2023 BPS mencatat bahwa produksi padi mengalami penurunan sebesar 1,12 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya. Luas area panen padi juga mengalami penurunan sebesar 256.000 hektar dibandingkan tahun sebelumnya.
Realitas itu diperparah dengan adanya guncangan lainnya pada sektor pertanian, mulai perubahan iklim, COVID-19, degradasi sumber daya alam, bencana alam, konflik manusia dan juga kebijakan. Tantangan lainnya, menurunnya kemampuan dan daya dukung alam serta lingkungan.
Menanggapi tantangan pangan itu, Bayu mengatakan pihaknya memiliki tiga langkah besar yang dilakukan oleh Bulog yakni stabilisasi pangan dari sisi pengadaan, dengan berkolaborasi dengan banyak pihak dalam pengadaan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah kedua yakni menjaga stok pangan di gudang-gudang di seluruh Indonesia dengan jumlah yang tidak boleh kurang dari 1,2 juta ton. Langkah ketiga adalah menjaga penyalurannya, yang dimulai dari bantuan pangan untuk 22 juta keluarga yang membutuhkan.
"Juga penyaluran ke retail modern, ke pasar tradisional, ke warung-warung untuk memastikan beras-beras tersedia di sana. Di sisi lain, kami juga menjual beras dan produk-produk komersial yang diperuntukkan lebih dari 2,5 juta konsumen kelas menengah yang membutuhkan beras dengan harga terjangkau," kata guru besar IPB University itumenjelaskan.
Dari sisi perusahaan, juga melakukan transformasi dari perusahaan logistik menjadi pemimpin rantai pasok pangan dari hulu ke hilir yang ditandai pada transformasi ketiga yang dilakukan Bulog pada 2024 atau pada peringatan ulang tahun ke-57 perusahaan itu. Transformasi itu juga ditandai dengan peluncuran logo baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika sebelumnya perusahaan fokus pada bagian hulu, kini Bulog tak hanya fokus pada petani dan pengadaan, tetapi juga masuk ke retail. Perubahan tersebut sebagai inti transformasi.
Pada bagian hulu, petani dibantu untuk dapat mengatasi dan mencari solusi dalam menghadapi permasalahan yang ada. Sehingga diharapkan dapat menaikkan produktivitas, yang pada akhirnya akan bahan baku bagi Bulog dan dibeli dengan harga yang bersaing.
Sedangkan pada bagian hilir, Bulog berupaya untuk dapat menjangkau konsumen secara lebih luas, dengan masuk ke retail dan menjadi pemain yang dapat diperhitungkan dalam penyaluran dan pendistribusian pangan. Meski tak mudah untuk melakukan transformasi, namun Bayu percaya Bulog dapat menjadi perusahaan BUMN yang modern, efisien, terpercaya dan juga adaptif.
"Pemahaman itu yang harus dipahami bersama, sehingga Bulog dapat semakin bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menghantarkan kebaikan yang lebih besar lagi," harap Bayu.
Melalui transformasi lembaga tersebut, diharapkan dapat mengantar lebih banyak kebaikan sehingga dapat mengukir senyuman, tak hanya pada wajah Fitriyanti tapi masyarakat Indonesia pada umumnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!