Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jaga Stabilitas Harga Beras, Bulog Optimalkan Kios RPK

📅 Sabtu, 31 Agu 2024, 13:46 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jaga Stabilitas Harga Beras, Bulog Optimalkan Kios RPK Doc: Istimewa
Ket. Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi memaparkan terkait perkembangan Rumah Pangan Kita (RPK) dalam diskusi ringan bersama media di Jakarta, Jumat (30/8).

JAKARTA - Perum Bulog mengoptimalkan Program Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai upaya menjaga stabilitas stok dan harga beras. Keberadaan RPK sangat penting di tengah penurunan produksi beras yang diperkirakan akan berlangsung hingga awal tahun 2025.

Demikian ditegaskan Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi dalam diskusi ringan bersama media di Jakarta, Jumat (30/8). Diskusi ini membahas perkembangan terkini yang dilakukan lembaga stabilisator beras tersebut.

"Hingga saat ini, jumlah RPK telah mencapai sekitar 21.384 unit yang tersebar di berbagai daerah,"sebut Bayu. Jumlah RPK ini bahkan sudah setara dengan jumlah ritel modern yang selama ini menjadi andalan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Adapun RPK merupakan warung-warung, kios-kios, lapak-lapak milik masyarakat yang telah bermitra dengan Bulog. Keberadaan jaringan ritel Bulog ini dinilai sangat penting dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.

RPK ini juga menjadi bagian dari upaya Bulog untuk menjual produknya langsung ke konsumen melalui toko-toko kecil. "RPK menjadi instrumen operasional bagi Bulog untuk menjaga stabilitas pangan," ujar Bayu.

Bayu menyebut Bulog telah menyalurkan hampir 300 ribu ton beras ke konsumen melalui RPK. Penyaluran itu terdiri dari beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 253.293 ton dan beras komersial sebanyak 42.675 ton.

Dirinya menyebut setiap RPK menghasilkan rata-rata omzet antara Rp10 juta hingga Rp50 juta setiap bulan. Dari total omzet itu, sekitar 28,6 persen berasal dari penjualan produk Bulog.

Bayu memperkirakan total potensi penjualan pada seluruh RPK sebetulnya bisa mencapai Rp11,5 triliun hingga Rp12 triliun per tahun. Namun, pertumbuhan RPK saat ini masih rendah, hanya sekitar 3-4 persen per tahun.

"Kami sedang mengupayakan kerja sama dengan Bulog ini bisa membuat mereka tumbuh lebih pesat," ujarnya.

Salah satu langkah yang dilakukan Bulog dalam mendukung pertumbuhan RPK adalah dengan meluncurkan MyRPK -- sebuah aplikasi yang memungkinkan RPK untuk memesan dan menjual produknya melalui ponsel hingga membuat laporan keuangan yang lebih rapi dan modern.

Aplikasi MyRPK baru saja memasuki tahap pra-peluncuran untuk uji coba di Jawa Barat dan Jawa Timur. Aplikasi ini diharapkan sudah bisa digunakan secara penuh tahun depan. Dengan adanya aplikasi ini, Bulog berharap bisa lebih mudah menjaga stabilitas stok dan harga pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kombinasi El Nino Kuat & Monsun Australia! Sulut Terancam Kemarau Ekstrem dan Karhutla Parah!
    Preview komentar:
    Kontak Call Center Resmi Bank Neo? Segera hubungi WhatsApp ...
    Kontak Call Center Resmi Bank Neo? Segera hubungi WhatsApp ...
  • Merubah Ruang Publik Menjadi Panggung Seni dan Budaya
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo? Nomor WhatsApp resmi BNC 'Neobank' ...
    Berapa WA Bank Neo? Nomor WhatsApp resmi BNC 'Neobank' ...
  • Bikin Haru! Sukses Pukau Upacara HUT RI, Anak-Anak SDN Cibatok Dihadiahi Liburan ke Taman Safari!
    Preview komentar:
    Berapa WA Bank Neo? Nomor WhatsApp resmi BNC 'Neobank' ...
    Berapa WA Bank Neo? Nomor WhatsApp resmi BNC 'Neobank' ...
Nasional
RI Pacu Pembangunan PLTS 30...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.