Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kanada Kenakan Tarif 100 Persen pada Kendaraan Listrik Tiongkok

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kanada Kenakan Tarif 100 Persen pada Kendaraan Listrik Tiongkok Doc: AFP/File Fabrice COFFRINI
Ket. BYD telah menyalip Tesla sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia.

OTTAWA - Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Senin (26/8), mengumumkan tarif 100 persen pada impor kendaraan listrik Tiongkok, sejalan dengan langkah AS yang berupaya menangkal membanjirnya mobil bersubsidi negara Tiongkok ke Amerika Utara.

Trudeau menuduh Tiongkok -- salah satu eksportir kendaraan listrik (EV) terbesar di dunia -- "tidak bermain dengan aturan yang sama seperti negara lain" di berbagai bidang seperti standar lingkungan dan ketenagakerjaan. Ia juga mengumumkan pajak tambahan sebesar 25 persen pada impor produk baja dan aluminium dari Tiongkok.

Amerika Serikat dan Uni Eropa dalam beberapa bulan terakhir telah mengenakan tarif pada kendaraan listrik Tiongkok masing-masing sebesar 100 persen dan 38 persen.

Industri manufaktur otomotif Kanada mempekerjakan lebih dari 125.000 orang, dan Ottawa telah menggelontorkan miliaran dollar untuk mendukung transisinya ke kendaraan listrik, dan memperkuat rantai pasokan baterai listrik dalam negeri.

Strateginya -- yang telah memikat Goodyear Tire, Honda, Stellantis, Volkswagen dan lainnya dengan subsidi -- mengikuti strategi Amerika Serikat, yang Undang-Undang Pengurangan Inflasinya telah memberikan sejumlah insentif bagi industri hijau.

Ottawa juga telah memblokir investasi baru Tiongkok di sektor pertambangan mineral kritisnya.

Pada konferensi pers di Halifax di pantai Atlantik Kanada, Trudeau mengatakan kelebihan produksi kendaraan listrik Tiongkok dan subsidi negara yang besar untuk sektor otomotifnya "mengharuskan kita mengambil tindakan."

"Kecuali kita ingin terlibat dalam persaingan yang tidak sehat, kita harus bangkit, dan itulah yang sedang kita lakukan," katanya. Dalam sebuah pernyataan, pemerintah menyebut tarif tersebut sebagai respons terhadap "ancaman luar biasa ini."

Pajak tambahan kendaraan listrik, di samping bea masuk impor yang ada sebesar 6,1 persen, akan dikenakan mulai 1 Oktober dan menargetkan mobil penumpang, truk, bus, dan mobil pengiriman listrik Tiongkok dan mobil hibrida tertentu.

Ottawa juga akan membatasi kelayakan untuk insentif EV hanya pada negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Kanada, yang akan mengecualikan Tiongkok.

Pajak tambahan atas impor produk baja dan aluminium dari Tiongkok akan berlaku mulai 15 Oktober.

Sebagai tanggapan, Kedutaan Besar Tiongkok menyampaikan "ketidakpuasan yang kuat" atas tarif baru tersebut.

"Langkah ini merupakan bentuk proteksionisme perdagangan dan keputusan bermotif politik," kata seorang juru bicara dalam sebuah pernyataan di situs web kedutaan.

"Hal itu akan merusak kerja sama perdagangan dan ekonomi antara Tiongkok dan Kanada, merugikan kepentingan konsumen dan perusahaan Kanada, (dan) memperlambat proses transisi hijau di Kanada," kata mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

50 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

53 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.