Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Sumsel Optimalkan Patroli Udara Cegah Karhutla

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 00:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Sumsel Optimalkan Patroli Udara Cegah Karhutla Doc: ANTARA/Yudi Abdullah
Ket. Helikopter patroli karhutla.

Palembang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mengoptimalkan patroli udara bersama Satgas Gabungan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Untuk mencegah terjadinya karhutla pada puncak musim kemarau sekarang ini, kegiatan patroli, pemadaman, dan pembasahan lahan dari udara didukung 11 helikopter akhir-akhir ini lebih dioptimalkan," kata Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, di Palembang, Senin.

Menurut dia, optimalisasi kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutladari udara dilakukan di sejumlah daerah rawankarhutla.

"Saat ini ada dua helikopter untuk patroli dan sembilan helikopter pembom air yang salah satunya jenis Kamov RA 31109 siaga untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla dari udara," katanya.

Berdasarkan data, selama musim kemarau 2024 initerjadi karhutla di lahan seluas 750,83 hektare dengan rincian di lahan gambut 308,56 hektaredan lahan mineral 442,26 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan pertanian/perkebunan itu tersebar di sejumlah daerah rawan karhutla seperti Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Dalam beberapa hari terakhir di sejumlah daerah rawan karhutla kembali terdapat titik panas, namun bisa cepat diatasi oleh petugas yang patroli sehingga tidak mengakibatkan kebakaran yang dapat menimbulkan bencana kabut asap.

"Berkat kesiapsiagaan petugas BPBD bersama Satgas Gabungan Penanggulangan Karhutla dan bantuan masyarakat hingga kini karhutlabesar yang berpotensi menimbulkan bencana kabut asap dapat dicegah," ujarnya.

Untuk mencegah terjadinya karhutla dan bencana kabut asap, pihaknya terus berupaya melakukan patroli untuk mengecek kondisi kawasan hutan dan lahan.

"Jika terpantau kebakaran kawasan hutan dan lahan pertanian/perkebunan milik masyarakat dan perusahaan perkebunan dapat dilakukan tindakan cepat dan tepat sehingga tidak meluas menjadi kebakaran besar yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat akibat asap yang ditimbulkan dari karhutla," ujar Sudirman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.