Mengapa Orang Korea Utara Dilarang Menggunakan Jeans?
📅 Senin, 26 Agu 2024, 13:49 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SPYONGYANG - Di sebagian besar negara di dunia, jeans hanyalah pakaian sehari-hari, nyaman, praktis, dan cocok untuk segala hal mulai dari bersantai di rumah hingga bepergian. Namun di Korea Utara, yang merupakan negara diktator totaliter, busana ini dilarang keras.
Dilansir oleh Times of India, bayangkan hidup di suatu tempat di mana sesuatu yang sederhana seperti celana jins dipandang sebagai ancaman, tidak hanya terhadap fesyen namun juga seluruh tatanan sosial.
Alasan di balik pelarangan ini berakar kuat pada sejarah, ideologi, dan keinginan rezim untuk mempertahankan cengkeraman kuat pada rakyatnya.
Warisan perpecahan
Untuk memahami mengapa warga Korea Utara tidak boleh mengenakan jeans, kita perlu melihat kembali ke pertengahan abad ke-20, tepat setelah Perang Dunia II. Korea terbagi menjadi dua entitas terpisah, Utara dan Selatan, yang masing-masing dipengaruhi oleh negara adidaya global yang saling bertentangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Korea Utara, dipimpin oleh Kim Il-sung, dibentuk oleh ideologi komunis, dan memiliki ikatan yang kuat dengan Uni Soviet dan kemudian Tiongkok. Amerika Serikat, di sisi lain, menjadi sekutu setia Korea Selatan, dan seiring berjalannya waktu, segala sesuatu yang berhubungan dengan AS menjadi sekutu setia Korea Selatan, menjadi simbol dari segala hal yang ditentang oleh rezim Korea Utara.
Jeans khususnya menjadi lambang budaya Barat, khususnya budaya Amerika, pada masa Perang Dingin.
Namun bukan hanya celana; itu dipandang sebagai simbol individualisme, kebebasan, dan pemberontakan Barat. Bagi rezim yang menjunjung tinggi kepatuhan, disiplin, dan kesetiaan mutlak kepada negara, jeans bukan sekadar pernyataan fesyen, tetapi juga sebuah ancaman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kontrol budaya: Fashion sebagai alat kekuasaan
Di Korea Utara, fashion bukan hanya tentang ekspresi pribadi; Ini adalah cerminan dari ideologi rezim. Pemerintah mengontrol hampir setiap aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan yang dilakukan masyarakat hingga pakaian yang mereka kenakan.
Pakaian tradisional Korea dan pakaian yang mencerminkan cita-cita sosialis negara tersebut dipromosikan secara besar-besaran, sementara pakaian gaya Barat tidak disukai atau dilarang sama sekali.
Mengapa hal ini sangat penting bagi rezim?
Karena pakaian merupakan simbol yang kuat. Di banyak belahan dunia, jeans telah mewakili segalanya mulai dari pemberontakan kaum muda hingga perubahan budaya. Di mata pemerintah Korea Utara, mengizinkan orang mengenakan jeans dapat membuka pintu bagi pengaruh Barat lainnya, musik, film, ideyang mungkin mendorong orang mempertanyakan status quo.
Larangan terhadap jeans adalah cara untuk mempertahankan kontrol, untuk menjaga agar masyarakat tetap selaras dengan visi rezim mengenai masyarakat sosialis yang murni. Ini lebih dari sekedar celana; ini tentang memastikan bahwa setiap aspek kehidupan di Korea Utara, bahkan hingga pakaian yang dikenakan, mendukung narasi pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!