Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jalur Pendakian Gunung Guntur di Garut Kembali Dibuka

📅 Senin, 26 Agu 2024, 22:36 WIB | Oleh:
Jalur Pendakian Gunung Guntur di Garut Kembali Dibuka Doc: ANTARA/HO-Polsek Tarogong Kaler
Ket. Sejumlah petugas memantau situasi Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Garut -- Jalur pendakian Gunung Guntur, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kembali dibuka untuk umum, setelah beberapa hari ditutup karena bahaya kebakaran yang menghanguskan sekitar 200 hektare lahan hutan.

"Untuk pendakian hasil koordinasi tadi pagi Kanit Intel dengan BKSDA tidak ditutup," kata Kepala Polsek Tarogong Kaler Iptu Sona Rahadian Amus di Garut, Senin.

Ia menuturkan sepekan lalu sejumlah blok kawasan lahan hutan di Gunung Guntur terbakar, kemudian dilakukan upaya pemadaman dan sekat bakar agar api tidak terus meluas, hingga akhirnya api dipastikan padam pada Kamis (22/8).

Sejak kejadian kebakaran lahan hutan itu, kata dia, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menutup jalur pendakian bagi wisatawan maupun masyarakat umum, karena bisa membahayakan jiwa dan menghindari potensi terjadinya kebakaran.

Namun saat ini, lanjut dia, berdasarkan rapat koordinasi jalur pendakian dari wilayah Citiis, Kecamatan Tarogong Kaler, kembali dibuka untuk umum karena kondisinya sudah dipastikan padam atau tidak ada kepulan asap lagi.

"Hasil pemantauan dari dua hari lalu sudah tidak ada api yang termonitor," katanya.

Ia menyampaikan meski jalur pendakian dibuka, masyarakat setempat maupun pendaki tetap diperingatkan agar tidak membuat api unggun atau kegiatan lainnya yang bisa memicu terjadinya kebakaran lahan hutan.

"Hanya tetap diimbau untuk selalu waspada dan tidak membuat api unggun atau kegiatan-kegiatan lain yang bisa menyebabkan kebakaran," katanya.

Ia menambahkan jajarannya bersama instansi lainnya termasuk polisi hutan dari BKSDA tetap melakukan patroli dan memantau kondisi kawasan Gunung Guntur untuk mengantisipasi dan bergerak cepat apabila diketahui ada kebakaran lahan hutan.

Sona juga mengimbau pendaki apabila melihat api yang membakar lahan hutan untuk segera turun dan memberitahukan ke petugas, untuk selanjutnya dilakukan upaya pemadaman.

"Segera turun apabila ada kebakaran lahan, tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena kami khawatir pendaki malah terjebak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.