33 Orang Tewas dalam Serangan Kelompok Separatis di Pakistan
📅 Senin, 26 Agu 2024, 19:11 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKepala Menteri Balochistan Sarfaraz Bugti mengutuk keras insiden terorisme tersebut.
Ia menyampaikan simpati dan belasungkawa yang tulus kepada keluarga korban yang tewas dalam tindakan pengecut teroris tersebut.
Para teroris dan fasilitatornya tidak akan dapat lolos dari akhir yang patut dicontoh, katanya, seraya menambahkan bahwa pemerintah Balochistan akan mengejar para teroris tersebut.
Dalam serangan teroris terpisah, sebuah jembatan kereta api diledakkan di daerah Dozan, Bolan, kata polisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Balochistan adalah provinsi terbesar di Pakistan, tetapi, meskipun memiliki lebih banyak sumber daya daripada provinsi lain, provinsi ini merupakan yang paling kurang berkembang.
BLA dan separatis Baloch lainnya telah mengintensifkan serangan terhadap warga Punjab dan Sindh dari tempat lain di Pakistan yang bekerja di wilayah tersebut. Mereka juga menargetkan perusahaan energi asing yang mereka tuduh mengeksploitasi wilayah tersebut tanpa membagi keuntungan.
Serangan tersebut terjadi hampir empat bulan setelah serangan serupa yang menargetkan orang-orang dari Punjab. Pada bulan April, sembilan penumpang diturunkan dari sebuah bus di dekat Noshki dan ditembak mati setelah orang-orang bersenjata memeriksa kartu identitas mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada bulan Oktober tahun lalu, orang-orang bersenjata tak dikenal menembak mati enam buruh yang berasal dari Punjab di Turbat di distrik Kech, Balochistan. Menurut polisi, pembunuhan tersebut memang disengaja. Semua korban berasal dari berbagai daerah di Punjab selatan, yang menunjukkan bahwa mereka dipilih karena latar belakang etnis mereka.
Insiden serupa terjadi pada tahun 2015 ketika orang-orang bersenjata membunuh 20 pekerja konstruksi dan melukai tiga lainnya dalam serangan sebelum fajar di sebuah kamp buruh di dekat Turbat.
Setidaknya ada 170 serangan militan di Balochistan tahun lalu yang menewaskan 151 warga sipil dan 114 personel keamanan, menurut Institut Pakistan untuk Studi Konflik dan Keamanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!