Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Produksi gabah panen di Lebak turun akibat hama wereng

📅 Jumat, 23 Agu 2024, 15:56 WIB | Oleh:
Produksi gabah panen di Lebak turun akibat hama wereng Doc: ANTARA/Mansur
Ket. Petani Cibadak Kabupaten Lebak menjemur gabah pungut dari hasil panen Agustus 2024 dengan kondisi terserang hama wereng batang coklat (WBC) yang menyebabkan produksi panen menurun.

Rangkasbitung - Produksi gabah pungut hasil panen Agustus 2024 di Kabupaten Lebak, Banten menurun akibat terserang hama wereng batang coklat (WBC) dan juga tidak optimalnya pengairan, akibat kemarau panjang."Meski terserang hama WBC, namun bisa dipanen," kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak Ruhiana saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Jumat.Panen padi Agustus 2024 di wilayahnya produksi gabah pungut menurun dari 6 ton kini menjadi 4,5 ton.Penyebab menurunnya produksi tersebut akibat serangan hama WBC dan tidak optimalnya pengairan menyusul kemarau panjang atau El Nino.Beruntungnya, produksi gabah bisa dipanen sehingga tidak merugikan petani.Jika harga gabah pungut Rp6.000/kilogram dengan produksi 4,5 ton bisa menghasilkan pendapatan Rp27,5 juta dan dipotong biaya produksi Rp15,5 juta per hektare.Dengan demikian, penghasilan usaha tani jadi Rp12 juta per hektare dan dibagi empat bulan sehingga menghasilkan Rp3 juta/bulan."Kami merasa senang hasil usaha tani itu masih bisa dipanen, kendati terserang hama WBC dan kemarau," kata Ruhiana.Begitu juga petani lainnya, Ujang (55) warga Kalanganyar Kabupaten Lebak mengaku dirinya merasa lega hasil panen padi bisa menghasilkan pendapatan ekonomi bagi keluarga petani.Saat ini, produksi gabah pungut hasil panen menurun akibat hama WBC dan kemarau cukup panjang sehingga persediaan air tidak optimal."Kami hasil panen itu bisa meraup keuntungan sekitar Rp12 juta per hektare dan tidak merugi," katanya menjelaskan.Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan panen padi pada Agustus 2024 di daerah ini seluas 9.400 hektare dan sebagian terserang hama WBC dan ganjur, karena kondisi lingkungan dan cuaca panas serta lembab sehubungan musim kemarau.Beruntungnya, tanaman padi itu bisa dipanen meski produksi gabah menurun.Karena itu, petani yang sudah panen agar September mendatang melakukan gerakan percepatan tanam dan menggunakan benih yang tahan terhadap serangan hama."Kami yakin meski produksi gabah menurun, namun petani tidak merugi, karena harga gabah pungut cukup tinggi hingga Rp6.000/kilogram," kata Deni.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Timnas Indonesia Taklukkan Oman

3 jam lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Timnas Indonesia Taklukkan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.