Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Hujan untuk Bantu Kelancaran Pembangunan di IKN

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Cegah Hujan untuk Bantu Kelancaran Pembangunan di IKN Doc: ISTIMEWA
Ket. KUKUH RIBUDIYANTO Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan - Penyemaian garam tidak dilakukan di langit IKN yang mengalami mendung, tetapi dilakukan di gumpalan awan tebal kawasan yang dekat dengan IKN.

BALIKPAPAN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga kini masih menyemai garam di langit untuk mengurangi bahkan meniadakan hujan di Ibu Kota Nusantara (IKN), guna membantu proyek pembangunan di kawasan tersebut berjalan secara lancar.

"Penyemaian garam tidak dilakukan di langit IKN yang mengalami mendung, tetapi dilakukan di gumpalan awan tebal kawasan yang dekat dengan IKN," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan, Kukuh Ribudiyanto, di Balikpapan, Selasa (20/8).

Seperti dikutip dari Antara, kawasan yang dekat di IKN tersebut, antara lain di perairan Balikpapan, Samboja maupun di kawasan lain terdekat, bisa di arah barat, timur, utara, maupun selatan, disesuaikan dengan prakiraan kecepatan dan arah angin.

Ia mencontohkan jika ada gumpalan awan tebal di laut Balikpapan maupun Samboja, kemudian angin mengarah ke barat dan dikhawatirkan terjadi hujan di IKN maka pesawat pembawa garam terbang ke gumpalan awan tebal itu dan menyemai garam di lokasi itu.

"Tujuannya agar hujan langsung turun begitu disiram garam sehingga tidak sampai ke IKN. Jika angin kencang dan mendung sampai ke IKN pun maka intensitas hujan di IKN tidak lebat, tetapi intensitasnya menurun karena ketebalan mulai berkurang," katanya.

Namun, jika ada gumpalan awan yang secara cepat terjadi di IKN, hal itu tidak mungkin disemai garam di langit IKN, dibiarkan saja untuk menunggu dua kemungkinan, yakni kemungkinan pertama adalah awan tersebut akan pindah searah pergerakan angin, dan kemungkinan kedua adalah terjadi hujan di IKN.

Modifikasi Cuaca

Ia mengatakan pesawat penyemai garam tersebut saat ini hanya diterbangkan dari Bandara APT Pranota Samarinda dengan garam yang dibawa sekitar satu ton sekali terbang atau per operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Untuk OMC dengan pesawat dari Balikpapan mulai hari ini tidak lagi dilakukan karena kontraknya sudah habis kemarin, sehingga hanya pesawat dari Samarinda yang bergerak melalui kerja sama tiga pihak, yakni antara BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Smart Aviation," katanya.

Ia menyebutkan pesawat penyemai garam dari Samarinda melakukan OMC setiap hari antara 4-6 kali, tergantung pada tingkat cuaca. Khusus untuk Selasa (20/8) hingga sore ini, OMC sudah dilakukan empat kali.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyebut operasi teknologi modifikasi cuaca yang bergulir 10 hari terakhir di kawasan IKN membantu aktivitas pengerjaan konstruksi selesai sesuai target.

"Kami ingin memastikan operasi teknologi modifikasi cuaca yang digelar oleh BNPB sudah 10 hari yang lalu ini berjalan lancar," kata Suharyanto.

Berdasarkan laporan Tim Modifikasi Cuaca BNPB, rekapitulasi kegiatan dari 15 Juli hingga 2 Agustus 2024, telah terlaksana 114 sorti dengan total 2 pesawat, masing-masing pesawat tipe PK-SNK sebanyak 43 sorti dan PK-SNG 71 sorti.

Sorti yang dimaksud berupa jumlah penerbangan pesawat Cessna dari Base Ops di Bandara APT Pranoto Samarinda dengan membawa 111 ton NaCl (natrium klorida) dan delapan ton CaO (kalsium oksida).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.