Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Partai Sayap Kiri Prancis Ancam Pemakzulan Presiden Soal Penunjukan PM

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 00:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Partai Sayap Kiri Prancis Ancam Pemakzulan Presiden Soal Penunjukan PM Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Pemimpin Partai sayap kiri Prancis, La France Insoumise (LFI) Jean-Luc Mélenchon.

Ankara - Partai sayap kiri Prancis, La France Insoumise (LFI), mengumumkan pada Senin bahwa mereka akan menggunakan semua cara konstitusional untuk memakzulkan Presiden Emmanuel Macron.

Pemakzulan itu akan dilakukan Macron dia gagal menunjuk kandidat bersama aliansi tersebut sebagai perdana menteri, setelah hasil pemilu baru-baru ini di mana aliansi kiri memenangkan kursi terbanyak.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di La Tribune, pemimpin LFI Jean-Luc Mélenchon, koordinator partai Manuel Bompard, dan Presiden Kelompok Deputi LFI Mathilde Panot mengkritik Macron karena "mengabaikan konsekuensi politik" dari pemilihan umum dadakan pada 9 Juni, di mana ia sekali lagi kalah dalam pemilihan Parlemen Eropa.

Partai tersebut menuduh Macron melakukan "kudeta terhadap demokrasi" dengan mengabaikan kandidat Front Populer Baru (NFP) untuk perdana menteri, yang memenangkan pemilu.

LFI mengutip Pasal 68 Konstitusi Prancis, yang membahas pemakzulan presiden, sebagai dasar ancaman mereka.

Namun, Partai Sosialis, partai terbesar kedua dalam NFP, tidak mendukung pendekatan LFI.

Sekretaris Olivier Faure menyatakan di X bahwa "ancaman" tersebut tidak mencerminkan pandangan semua partai dalam NFP dan berpendapat bahwa pemakzulan "tidak dapat dilaksanakan."

Ia menyarankan bahwa mosi tidak percaya akan menjadi respons yang lebih tepat terhadap penunjukan perdana menteri oleh Macron.

Aktivitas politik di Prancis sebagian besar dihentikan pada akhir Juli karena Olimpiade.

Setelah berminggu-minggu perjuangan internal, aliansi kiri NFP mengusulkan Lucie Castets sebagai perdana menteri berikutnya pada 23 Juli.

Namun, Presiden Macron telah menyatakan bahwa dia tidak akan membuat keputusan sampai pertengahan Agustus, setelah Olimpiade berakhir.

Macron mendapat kritik karena menunda proses dan menyebabkan ketidakstabilan dengan awalnya menolak pengunduran diri Gabriel Attal pada 8 Juli, hanya untuk menerimanya pada 16 Juli.

NFP memenangkan lebih dari 180 kursi di majelis rendah parlemen, sementara aliansi sentris Macron, Bersama untuk Republik, mengamankan lebih dari 160 kursi. Partai Marine Le Pen, National Rally (RN), memperoleh lebih dari 140 kursi.

Dengan Majelis Nasional yang terdiri dari 577 kursi, tidak ada satu aliansi pun yang mencapai mayoritas mutlak.

Setelah kemenangan signifikan RN dalam pemilihan Parlemen Eropa pada 9 Juni, Macron membubarkan parlemen dan menyerukan pemilu awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.