Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perangkat Berbasis Teknologi Roket Selamatkan Pasien Gagal Jantung

📅 Senin, 19 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perangkat Berbasis Teknologi Roket Selamatkan Pasien Gagal Jantung Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Pasien jantung buatan Li Haining berbicara tentang pengalamannya setelah pemulihan.

TIANJIN - Li Haining sempat berada di ambang kematian akibat penyakit jantung yang parah. Namun, 1.174 hari yang lalu, dia diberi kesempatan baru untuk menjalani kehidupan.

Pasien berusia 25 tahun dari Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, tersebut tiga tahun lalu menjalani operasi implan jantung buatan sebagai pengganti organnya yang tidak berfungsi. Operasi itu berhasil dilakukan, dan kondisi Li kini membaik secara signifikan, sehingga dia dapat menjalani kehidupan normal dengan bantuan perangkat medis berbasis teknologi luar angkasa.

Seperti dikutip dari Antara, HeartCon merupakan jantung buatan yang dikembangkan bersama oleh Rumah Sakit Kardiovaskular Internasional TEDA di Tianjin dan Academy of Launch Vehicle Technology Tiongkok, produsen roket terkemuka di negara tersebut.

HeartCon berfungsi sebagai pompa yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh, sehingga meringankan gejala gagal jantung secara signifikan. Para insinyur proyek HeartCon mengatakan perangkat tersebut bekerja seperti mekanisme servo (servomechanism) roket, yang digerakkan oleh pompa hidrolik.

Pada 2022, perangkat tersebut memperoleh izin dari otoritas negara tersebut dan kini menyelamatkan nyawa lebih dari 190 pasien dengan kondisi gagal jantung stadium lanjut, seperti Li.

Pasien-pasien itu memakai alat pengontrol berukuran kecil yang mirip dengan ponsel di pinggang mereka. Alat tersebut mencatat berbagai data seperti kecepatan, aliran, tenaga, dan detak jantung yang memompa darah. Sebuah kawat tipis terhubung ke baterai yang secara kontinu membantu memompa darah ke organ-organ di seluruh tubuh.

Li dulunya mengalami kesulitan bernapas dan keringat dingin. Li menunggu dengan cemas untuk dapat melakukan operasi transplantasi jantung, tetapi kesulitan mendapatkan pendonor.

"Saya bersiap menghadapi kemungkinan terburuk," tuturnya mengenang hari-hari sebelum menjalani operasi implan jantung buatan pada Mei 2021.

Setidaknya ada sekitar 16 juta orang di Tiongkok yang menderita gagal jantung. Namun, kelangkaan pendonor dan obat-obatan yang efektif menimbulkan keterbatasan dalam hal operasi transplantasi organ manusia. Untungnya, pengembangan jantung buatan dapat menjadi solusi yang menjanjikan untuk memperpanjang umur pasien, kata Liu Xiaocheng, kepala rumah sakit TEDA.

Gejala kondisi jantung Li kini sudah membaik secara signifikan. Sejak keluar dari rumah sakit, berat badan Li bertambah 12 kg, dirinya pun kini memiliki pacar, dan mampu menghidupi dirinya sendiri secara finansial. Beberapa pasien bahkan mengalami pemulihan yang lebih baik dan dapat hidup tanpa jantung buatan mereka.

Harga perangkat jantung buatan yang diproduksi di Tiongkok itu lebih murah dibandingkan produk impor. Menurut pihak pengembang alat tersebut, "HeartCon II" yang memiliki desain suspensi magnetik pasif yang lebih kecil dan ringan saat ini sedang menjalani uji coba.

"Kami akan melanjutkan kolaborasi antara ilmu kedokteran dan teknik untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa," kata Liu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.