Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNGR: Kebakaran Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Dipastikan Sudah Padam

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 13:53 WIB | Oleh: Tim Penulis
TNGR: Kebakaran Kawasan Hutan di Gunung Rinjani Dipastikan Sudah Padam Doc: ANTARA/HO-TNGR NTB
Ket. Petugas saat di lokasi kebakaran kawasan hutan di kaki Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi NTB, Kamis (15/08/2024).

MATARAM - Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan kebakaran kawasan hutan di kaki Gunung Rinjani atau di Kalipit, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dipastikan telah padam.

"Petugas sudah diturunkan ke lokasi dan dipastikan titik kebakaran lahan telah padam dan tim tetap melakukan pemantauan dari Resort Sembalun," Kata Kepala TNGR Nusa Tenggara Barat Yarman di Mataram, Jumat (16/8).

Ia mengatakan berdasarkan analisis di lokasi kejadian, penyebab kebakaran diduga dampak musim kemarau, karena lokasi itu jauh dari jalur pendakian.

"Lokasi itu lebih dekat dengan kebun masyarakat," katanya.

Ia mengatakan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Resort Sembalun berupa kebakaran permukaan dengan vegetasi terbakar berupa semak, perdu, rumput, dedaunan kering, pohon bakbakkah, cemara gunung, saropan dan acacia decurrens.

"Kawasan yang terbakar itu sekitar 6,4 hektar," katanya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan memasuki puncak musim kemarau, warga diimbau untuk tetap waspada kekeringan meluas di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saat ini seluruh wilayah NTB masih dalam periode musim kemarau," kata Prakirawan BMKG NTB I Gede Widi Hariarta.

Pada dasarian II Agustus 2024 (12 - 20 Agustus 2024) potensi hujan di wilayah NTB sangat rendah. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang kurang 20mm/dasarian.

"Memiliki peluang kejadian sebesar kurang 10 persen di seluruh wilayah NTB," katanya.

Berdasarkan monitoring, analisis dan prediksi curah hujan dasarian, terdapat indikasi kekeringan meteorologis (iklim) sebagai dampak dari kejadian hari kering berturut-turut dengan indikator hari tanpa hujan dengan potensi waspada, siaga dan awas terjadi di daerah.

"Level waspada nihil, level siaga di Kabupaten Bima dan level awas di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Bima," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.