Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

'Emas Ini Kemenangan Indonesia'

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 07:00 WIB | Oleh:

Kini kita beralih ke cerita awal hingga Anda tertarik menekuni cabor panjat tebing. Bisa diceritakan bagaimana itu bisa terjadi?

Saya berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Awal mula saya terlibat dalam panjat tebing adalah saat saya duduk di bangku SMA kelas 1. Saat itu, saya bergabung dengan organisasi pencinta alam di sekolah dan dikenalkan dengan olahraga panjat tebing oleh pembina saya. Saya mulai mengikuti perlombaan antar siswa dan SMA. Pada awalnya, saya menggeluti bouldering karena kategori ini lebih dikenal dan berkembang di sekolah- sekolah. Saya berlatih bouldering dan beberapa tahun kemudian, fasilitas speed climbing mulai dibangun. Saya pun mencoba berlatih di kategori ini karena speed climbing mengandalkan kecepatan. Ini berarti kita harus sering melakukan pengulangan gerakan dan kadangkadang melibatkan sesi imajinasi di luar latihan untuk membayangkan pergerakan dan teknik finishing.

Apa kompetisi pertama yang Anda ikuti?

Kompetisi pertama saya di SMA adalah di Sispala, namun saat itu saya gagal total. Pada masa awal menjadi atlet daerah, saya merasa bingung harus fokus pada pendidikan atau olahraga. Saya memang sudah mulai fokus pada panjat tebing, tetapi belum didukung secara maksimal untuk mengikuti event-event nasional. Itu adalah salah satu tantangan terbesar saya sebagai atlet.

Selain Olimpiade, apa kompetisi yang paling berkesan?

Salah satu kompetisi paling berkesan bagi saya adalah di tahun 2020 di Amerika Serikat, di Satellite City. Pada saat itu, meskipun pandemi membuat situasi sulit, kami memasang target untuk memecahkan rekor dan alhamdulillah berhasil. Dalam final nomor speed climbing, saya berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 6,33 detik, mengalahkan wakil Austria, meskipun sempat tergelincir saat mendekati puncak. Perunggu diraih oleh Kosali dari Italia. Penghasilan medali emas ini datang menyusul pencapaian dunia speed climbing yang mencatat waktu 5,10 detik di kualifikasi. Bagi saya, ini adalah sebuah kehormatan besar dan tanggung jawab yang diamanahkan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Pelatnas Panjat Tebing. Saya berusaha memaksimalkan semua potensi dan tenaga untuk meraih podium.

Bagaimana pendidikan formal yang Anda tempuh apakah masih berhubungan dengan panjat tebing?

Saya memilih jurusan keguruan dan ilmu pendidikan dengan Prodi PGSD, karena pada dasarnya saya ingin menjadi guru.

Hal apa yang membuat Anda jatuh cinta dan menyenangi panjat tebing dan berkompetisi di luar negeri?

Kesenangan saya dalam bertanding dan bertemu atlet berprestasi dari luar negeri membuat kami dikenal sebagai bangsa yang besar dalam olahraga panjat tebing, khususnya di nomor speed climbing. Namun, sebagai atlet pelatnas, kami juga merasakan tantangan, seperti jauh dari keluarga, teman, dan saudara-saudara di Indonesia.

Apa rencana selanjutnya usai Olimpiade?

Saya akan kembali ke Kalimantan Barat untuk persiapan mengikuti PON 2024 yang berlangsung mulai 8 September mendatang di Aceh dan Sumatera Utara. Selain itu juga mulai mempersiapkan diri tampil di Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang. Saya masih memiliki urusan yang belum tuntas usai belum berhasil membawa pulang medali emas Asian Games. Saat di Asian Games 2022 Hangzhou saya tersandung pada babak semifinal dan harus puas dengan raihan medali perunggu di nomor individual. Prestasinya di Olimpiade Paris 2024 ini menjadi motivasi tambahan untuk bertanding pada Olimpiade Musim Panas 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat. Kita unggul dari negara unggulan seperti Amerika (Serikat) dan Tiongkok, itu memberikan motivasi tambahan bagi saya untuk Olimpiade di LA 2028 nanti.

Bagaimana dengan bonus enam miliar rupiah yang diterima. Akan digunakan untuk apa?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.