Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Pembelian Gabah Petani Harus Realistis dan Kompetitif

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Harga Pembelian Gabah Petani Harus Realistis dan Kompetitif Doc: ANTARA/YUSUF NUGROHO
Ket. Dwijono Hadi Darwanto Guru Besar Fakultas Pertanian UGM - Dengan situasi ini, harapannya agar HPP yang ditetapkan tidak terlalu rendah dibandingkan harga pasar, karena ada kemungkinan harga beras di pasar bisa lebih tinggi.

» Kalau harga penugasan untuk penyerapan tidak menguntungkan petani, maka akan menyulitkan Bulog menyerap hasil petani.

» Sekarang dijuluki tahun neraka karena suhu bumi mencapai rekor terpanas, sehingga berdampak pada penurunan produksi beras.

JAKARTA - Penugasan pemerintah kepada Bulog untuk menyerap gabah produksi petani dalam negeri secara optimal harus disesuaikan dengan realitas di lapangan. Penyerapan tidak cukup dengan perintah, tetapi harus mengetahui secara persis berapa tingkat harga yang layak agar petani sedikit untung dan mereka dengan sukarela melepas hasil produksi gabahnya ke Bulog.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, mengatakan meskipun tugas Bulog untuk menyerap gabah petani sudah jelas, tantangan utama yang dihadapi adalah rendahnya produksi gabah akibat kekeringan yang berkepanjangan.

"Produksi dari petani diperkirakan berada di bawah normal karena kondisi kekeringan ini. Hanya sawah dengan pengairan teknis dan setengah teknis yang mampu mempertahankan produksi," terang Dwijono.

Bahkan, lahan kering dan rawa yang biasanya turut berkontribusi pada produksi gabah, kini juga terdampak oleh kekeringan yang menyebabkan produktivitasnya menurun.

"Dengan situasi ini, harapannya agar Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan tidak terlalu rendah dibandingkan harga pasar, karena ada kemungkinan harga beras di pasar bisa lebih tinggi," kata Dwijono.

Situasi itu mengindikasikan bahwa strategi penyerapan gabah oleh Bulog harus disesuaikan dengan realitas di lapangan, terutama dalam konteks ketersediaan dan harga gabah. Penyesuaian HPP yang realistis dan kompetitif dengan harga pasar menjadi krusial untuk memastikan keberhasilan program ini tanpa mengorbankan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan tambahan target penyerapan beras produksi dalam negeri hingga akhir 2024 sebanyak 600 ribu ton. Adapun estimasi produksi beras menurut Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni hingga September 2024 menunjukkan pertumbuhan produksi.

Namun demikian, tantangan cuaca dan kondisi lahan menjadi faktor yang harus diwaspadai dalam upaya mencapai target tersebut.

Situasi di lapangan menegaskan pentingnya evaluasi terus-menerus dan penyesuaian strategi oleh Bulog dan Bapanas untuk memastikan penyerapan gabah berjalan efektif, serta harga beras tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat luas.

Berkaitan dengan harga gabah, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan produksi memang relatif aman, tetapi SPI kembali menyoroti lagi soal harga yang tidak berpihak ke petani.

"Kalau harga penugasan untuk penyerapan tidak menguntungkan petani, ini juga akan menyulitkan Bulog menyerap hasil petani," kata Qomar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.