Harga Pembelian Gabah Petani Harus Realistis dan Kompetitif
📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiPetani tentu senang kalau ada jaminan pasar, tetapi yang lebih penting lagi adalah jaminan harga yang menguntungkan. Sebab, itu akan memberi efek psikologis ke petani untuk memacu penanaman dan meningkatkan produksi.
Soal produksi di tengah kekeringan, maka yang dibutuhkan petani, jelas Qomar, adalah jaminan ketersediaan air sebagai syarat keberhasilan produksi. "Pompanisasi memang menjadi kebutuhan petani untuk mengantisipasi kekurangan air di musim kemarau," kata Qomar.
Pascapanen
Hal lain, lanjut Qomar, yang menjadi kebutuhan petani adalah dukungan pascapanen. Untuk panen yang sekarang relatif aman, karena masih bisa melakukan pengeringan secara alami sebagai imbas dari kekeringan yang panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Yang sering menjadi masalah, ketika panen pas hujan, butuh pengering untuk menjaga kualitas gabah," katanya.
Pakar pertanian dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Surabaya, Ramdan Hidayat, mengatakan meskipun telah merencanakan impor untuk menjaga ketahanan pangan akibat suhu ekstrem, pemerintah atau Bulog tetap harus bisa menyerap gabah petani di kisaran harga wajar karena beras semakin langka.
"Sekarang memang dijuluki tahun neraka karena suhu bumi mencapai rekor terpanas, sehingga dampak ikutannya produksi beras turun akibat semua embung, waduk, dan penampungan air cepat habis," kata Ramdan. Apalagi, air yang tersedia juga tidak cukup mencukupi wilayah tanam yang ada.YK/ers/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!