Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Sarankan Warga tak Konsumsi Air Tanah Karena Sudah Tercemar

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 16:05 WIB | Oleh:
DKI Sarankan Warga tak Konsumsi Air Tanah Karena Sudah Tercemar Doc: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa
Ket. Tangkapan layar Ketua Sub Kelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Elisabeth Tarigan dalam seminar daring yang disiarkan di YouTube Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa (13/8).

Jakarta -- Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menyarankan warga tak mengonsumsi lagi air tanah karena hasil kajian Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2023 menunjukkan rata-rata air tanah sudah tercemar.

Ketua Sub Kelompok Perencanaan Bidang Geologi, Konservasi Air Baku dan Penyediaan Air Bersih Dinas SDA DKI Jakarta Elisabeth Tarigan menyebutdari 267 titik pemantauan, sebanyak 52 persen lokasi memiliki status indeks cemar berat dan 27 persen cemar ringan.

"Kami harus bisa menjamin kualitas. Kalau air tanah itu kami kurang bisa menjamin. Dari hasil kajian yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, dari 270 lokasi pemantauan semua rata-rata sudah tercemar. Pengaruhnya bakteri E.coli dari tangki septik, pencemaran permukaan, dan lainnya," ujar dia dalam seminar daring yang disiarkan di YouTube Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Selasa.

Menurut Elisabeth, saat ini masih ada daerah di Jakarta yang belum terlayani dengan air perpipaan khususnya di selatan Jakarta, serta kiri dan kanan Jakarta yakni bagian barat dan timur. Warga di sana masih menjadikan air tanah sebagaisumber air.

Data dari PAM Jaya memperlihatkan bahwa sebesar 32,35 persen area di DKI Jakarta yang belum terlayani oleh layanan air minum perpipaan.

Oleh karena itu, guna menyediakan air bersih di Jakarta, imbuh Elisabeth, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan percepatan atas sejumlah upaya yang sudah dilakukan antara lain dalam pembangunan instalasi pengelolaan air (IPA) dan jaringan perpipaan.

Pemprov DKI juga menambah jaringan perpipaan dan non perpipaan di wilayah yang belum terlayani misalnya dengan menghadirkan kios air, hidran umum, mastermeter, mobil tangki, dan reservoir komunal.

"Bekerja sama dengan pihak lain baik tingkat nasional termasuk pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), membangun beberapa IPA, jaringan untuk mendukung percepatan peningkatan pelayanan, melakukan pemeliharaan, evaluasi, laporan supaya tahu masihon the right trackatau tidak," jelas dia.

Selain itu, Pemprov DKI juga menambah suplai air denganupratingSPAM Hutan Kota, IPA Cilandak, Buaran lalu mendampingi percepatan pembangunan IPA, melakukan pembatasan penggunaan air tanah.

Hal lainnya yakni peningkatan indeks ketahanan air dengan menjaga kualitas badan air seperti embung, sungai, danau, dan waduk. Upaya-upaya ini nantinya diharapkan dapat mewujudkan target cakupan pelayanan air bersih hingga 100 persen pada tahun 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.