Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Serangan 'Drone' Tewaskan Puluhan Warga Rohingya

📅 Senin, 12 Agu 2024, 02:25 WIB | Oleh:
Serangan 'Drone' Tewaskan Puluhan Warga Rohingya Doc: AFP
Ket. Serangan “Drone” l ­Seorang pengungsi warga Rohingya terduduk bersedih dekat jasad kerabatnya yang tewas akibat kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Sungai Naf di perbatasan Myanmar-Bangladesh pada 6 Agustus lalu. Kapal pembawa pengungsi Rohingya dilaporkan tenggelam setelah ada serangan drone sehari sebelumnya.

BANGKOK - Serangan pesawat tak berawak (drone) terhadap warga Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar, telah menewaskan puluhan orang, termasuk keluarga dengan anak-anak, kata beberapa saksi mata seraya menyatakan bahwa orang-orang yang selamat berkeliaran di antara tumpukan mayat untuk mengidentifikasi kerabat mereka yang tewas dan terluka.

Empat saksi, aktivis, dan seorang diplomat, menggambarkan serangandroneyang terjadi pada 5 Agustus lalu telah menewaskan banyak keluarga yang menunggu untuk melintasi perbatasan ke negara tetangga Bangladesh.

Seorang perempuan hamil tua dan putrinya yang berusia dua tahun termasuk di antara korban dalam serangan paling mematikan terhadap warga sipil di Negara Bagian Rakhine tersebut selama beberapa pekan terakhir pertempuran antara pasukan junta dan pemberontak.

Tiga saksi mengatakan pada Jumat (9/8) lalu bahwa Tentara Arakan bertanggung jawab namun tuduhan itu dibantah oleh kelompok tersebut. Milisi dan militer Myanmar saling menyalahkan atas serangan itu.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan tumpukan jasad bergelimpangan di tanah berlumpur, dan koper dan ransel berserakan. Tiga orang yang selamat mengatakan lebih dari 200 orang tewas, sementara seorang saksi mata setelah kejadian tersebut mengatakan dia telah melihat sedikitnya 70 mayat. Rekaman video itu diperkirakan diambil di luar kota pesisir Maungdaw di Myanmar.

Seorang saksi, Mohammed Eleyas, 35 tahun, mengatakan istrinya yang sedang hamil dan putrinya yang berusia dua tahun terluka dalam serangan itu dan kemudian meninggal. "Saya mendengar suara ledakan yang memekakkan telinga beberapa kali," kata Eleyas.

Saksi kedua, Shamsuddin, 28 tahun, mengatakan dia selamat bersama istri dan putranya yang baru lahir. Ketika berbicara dari sebuah kamp pengungsi di Bangladesh, Shamsuddin mengatakan bahwa setelah serangan itu banyak yang tewas dan beberapa orang berteriak kesakitan karena luka-luka mereka.

Dalam serangandronepada 5 Agustus itu, perahu-perahu yang membawa warga Rohingya yang melarikan diri juga tenggelam di Sungai Naf yang memisahkan kedua negara, menewaskan puluhan orang lainnya, menurut dua saksi mata dan media Bangladesh.

LSM Medecins Sans Frontieres mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa organisasi bantuan mereka telah merawat 39 orang yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh sejak 3 Agustus karena cedera terkait kekerasan, termasuk luka akibat tembakan mortir dan luka tembak. Pasien menggambarkan melihat orang-orang di bom ketika mencoba mencari perahu untuk menyeberangi sungai, kata pernyataan itu.

Juru bicara Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi mengatakan bahwa badan tersebut mengetahui kematian para pengungsi akibat tenggelamnya dua kapal di Teluk Benggala dan telah mendengar laporan mengenai kematian warga sipil di Maungdaw, namun mereka tidak dapat memastikan kebenarannya.

Dubes Kanada untuk PBB yang sebelumnya merupakan utusan khusus untuk Myanmar, Bob Rae, lewat postingan di media sosialXpada 7 Agustus lalu menulis; "Laporan mengenai ratusan orang Rohingya yang terbunuh di perbatasan Bangladesh/Myanmar, dengan menyesal saya katakan, adalah akurat,". ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.