Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RFA dan TACE, Dua Metode Minimal Invasi untuk Penanganan Kanker Hati

📅 Minggu, 11 Agu 2024, 20:43 WIB | Oleh:

Diagnosis Kanker Hati

Mendiagnosis kanker hati memerlukan berbagai langkah medis. Beberapa metode yang umum dilakukan meliputi meliputi biopsi, pemeriksaan pencitraan, dan pemeriksaan darah.

Biopsi adalah langkah penting dalam diagnosis. Dokter akan mengambil sampel jaringan hati untuk dianalisis di bawah mikroskop. Sedangkan pemeriksaan pencitraan, dilakukan dengan alat ultrasonografi (USG), CT-scan, atauMagnetic Resonance Imaging(MRI) digunakan untuk melihat gambaran hati dan tumor.

Penting untuk menjalani pemeriksaan secara rutin, terutama jika memiliki faktor risiko. Jika sudah dinyatakan terjangkit kanker hati direkomendasikan untuk melakukan pemeriksaan rutin seperti USG setiap 1-2 bulan atau setahun sekali dengan melakukan USG abdomen dan pemeriksaan darah alfa fetoprotein.

Atau dapat juga dengan PIVKA-II sehingga dapat membantu dalam mendeteksi kanker hati pada tahap awal. Pemeriksaan darah dapat mengidentifikasi adanya peningkatan kadar enzim hati atau tumor marker

Penanganan

Pengobatan kanker hati tergantung pada stadium kanker tersebut, kondisi fungsi hati, dan kondisi pasien. Kanker hati dapat disembuhkan jika dideteksi pada tahap awal. Namun, semakin besar ukuran kanker, maka semakin sulit untuk diobati.

Apabila kanker masih berukuran kecil dan fungsi hati baik, operasi reseksi atau pengambilan bagian kanker dapat menjadi pilihan. Transplantasi hati adalah opsi pengobatan jika kanker hati sudah berada di tahap yang parah.

Hati yang diambil dari donor umumnya hanya sebagian, dan bagian yang diambil dapat tumbuh kembali mencapai 100 persen dalam waktu tertentu, biasanya dalam 1-2 bulan.

Selain metode operatif, kanker hati dapat ditangani dengan metode nonoperatif seperti RFA dan TACE. Kedua metode ini menawarkan penanganan efektif bagi pasien yang tidak dapat menjalani operasi.

RFA adalah metode penanganan kanker hati minimal invasif (minimal invasive) yang bekerja dengan memanfaatkan energi panas dari gelombang radio untuk menghancurkan sel-sel kanker di hati. Dengan menggunakan panduan pencitraan seperti ultrasound, CT Scan, atau MRI, dokter akan memasukkan jarum elektroda yang dapat menghantarkan energi gelombang radio ke jaringan tumor.

Setelah berada di posisi yang tepat, jarum akan dialiri energi radio frekuensi yang menghasilkan panas pada area yang bersentuhan langsung dengan jaringan tumor. Dengan suhu mencapai 60-100 derajat Celcius, jaringan tumor yang terpapar akan mengalami nekrosis atau kematian.

"Pasca tindakan, pasien akan dipantau selama beberapa jam untuk memastikan tidak ada komplikasi, dan selanjutnya dapat kembali ke aktivitas normal," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Megapolitan
Polisi Gelar Rekayasa Lalin...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.