RFA dan TACE, Dua Metode Minimal Invasi untuk Penanganan Kanker Hati
📅 Minggu, 11 Agu 2024, 20:43 WIB | Oleh: Haryo BronoTidak Bisa Kemoterapi
Kemoterapi dikenal sebagai salah satu metode penanganan kanker non-operatif. Namun metode ini tidak dapat diterapkan pada kanker hati seperti kanker lainnya karena hati merupakan organ yang menyaring racun dari tubuh.
"Obat-obatan kemoterapi dianggap sebagai zat racun oleh tubuh sehingga setelah masuk akan disaring oleh hati. Meski demikian, obat-obatan kemoterapi tetap dapat digunakan pada pasien kanker hati melalui metode TACE," lanjut dr. Rino.
TACE adalah prosedur minimal invasif yang menargetkan dan menghancurkan tumor secara langsung dengan mengombinasikan metode kemoterapi dan embolisasi. Tindakan ini dilakukan di ruang angiografi dan pasien akan diberikan anestesi lokal di area pangkal paha atau lengan tempat kateter dimasukkan dan dinavigasikan ke arteri hepatika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prosedur TACE memanfaatkan campuran obat kemoterapi dan agen embolisasi yang disuntikan langsung ke arteri yang memasok darah ke tumor. Obat kemoterapi bekerja dengan membunuh sel-sel kanker sedangkan agen embolisasi (biasanya partikel kecil atau mikrosfer) bekerja dengan menyumbat arteri sehingga menghentikan aliran darah di area sekitar tumor.
Keduanya menyebabkan tumor kekurangan oksigen dan nutrisi sehingga diharapkan sel tumor dapat mati. Pasca tindakan TACE, pasien akan dipantau selama beberapa jam sebelum dapat beraktivitas normal dan kembali ke rumah.
Pasien mungkin mengalami efek samping sindrom pasca-operasi seperti demam, mual, serta nyeri di area hati tetapi gejala-gejala tersebut dapat dikelola dengan obat-obatan. Secara keseluruhan, RFA dan TACE dapat menjadi pilihan pengobatan kanker hati yang cepat, aman, dan efektif bagi pasien kanker hati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena termasuk tindakan minimal invasif, maka prosedur RFA dan TACE juga cenderung memiliki risiko komplikasi yang lebih kecil, memungkinkan penghancuran sel tumor secara lokal (targeted treatment) dengan risiko kerusakan yang lebih rendah pada jaringan sehat di sekitarnya. Di samping itu membutuhkan waktu pemulihan lebih cepat dibandingkan pembedahan konvensional, serta memungkinkan untuk dilakukan lebih dari satu kali apabila di kemudian hari muncul tumor baru atau jika tumor tidak sepenuhnya hancur.
Dokter Rino mengingatkan, deteksi dini dan pengobatan awal yang tepat masih menjadi kunci utama untuk mengatasi kanker hati. Jika ada gejala atau memiliki faktor risiko, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi dan Hepatologi untuk pemeriksaan lebih lanjut."Dengan perawatan yang tepat dan pencegahan yang cermat, dapat meningkatkan peluang kesembuhan kanker hati," lanjut dr. Rino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!