Petani Irak Berinovasi demi Selamatkan Produksi Beras Dalam Negeri
📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 02:36 WIB | Oleh: Tim Penulis"Di akhir musim, kami akan memberikan rekomendasi," kata Moussa seraya menambahkan bahwa ia juga berharap bisa memperkenalkan tiga jenis benih baru tahun depan dengan musim tanam yang lebih pendek.
Tahun Baik Terakhir
Selain kekeringan, pihak berwenang menyalahkan bendungan di hulu yang dibangun oleh negara tetangga Irak, Iran dan Turki, yang menyebabkan penurunan drastis permukaan air di sungai Tigris dan Eufrat, yang telah mengairi Irak selama ribuan tahun.
Saat ini kelangkaan air telah memaksa banyak petani meninggalkan lahan mereka dan pihak berwenang telah secara drastis mengurangi aktivitas pertanian untuk menjamin kecukupan air minum bagi 43 juta penduduk Irak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada tahun 2022, pihak berwenang membatasi lahan tanam padi hingga 1.000 hektare di Najaf dan provinsi selatan Diwaniyah, yang merupakan pusat penanaman padi amber (amber rice).
Baru-baru ini, para petani di Diwaniyah melakukan protes dan mendesak pemerintah untuk mengizinkan mereka bertani di lahan mereka setelah terhenti selama dua tahun. Namun meski hujan deras pada musim dingin ini membantu meringankan kekurangan air, pihak berwenang hanya mengizinkan mereka menanam padi di 30 persen lahan mereka.
"Tahun baik terakhir adalah tahun 2020," kata petani bernama Fayez al-Yassiri di ladangnya di Diwaniyah di mana ia berharap bisa terus menanam padi amber dan melati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Irak adalah produsen minyak terbesar kedua di kartel OPEC, namun meskipun memiliki cadangan minyak dan gas yang sangat besar, Irak masih bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energinya dan menghadapi pemadaman listrik yang kronis.
Yassiri mendesak pihak berwenang untuk membantu, khususnya dengan menyediakan listrik dan pestisida bagi para petani.
Sepupunya yang bernama Bassem Yassiri juga mengharapkan hal itu. "Kekurangan air telah mengakhiri pertanian di wilayah ini," kata dia. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!