Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ketua MPR RI dan Ketum Muhammadiyah Bahas Dinamika Geopolitik Global

📅 Senin, 06 Apr 2026, 14:02 WIB | Oleh:
Ketua MPR RI dan Ketum Muhammadiyah Bahas Dinamika Geopolitik Global Doc: antara foto
Ket. Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

YOGYAKARTA - Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir membahas dinamika geopolitik global dalam pertemuan di Bantul, Yogyakarta, pada Minggu (5/4) malam.

Dalam kunjungan itu, Muzani menyampaikan titipan salam dari Presiden Prabowo Subianto untuk para ulama hingga pimpinan pondok pesantren di sana.

“Saya menyampaikan kabar ini kepada beliau (Presiden Prabowo) bahwa saya akan berkunjung ke Yogyakarta dan beliau menyampaikan salam hormat kepada tokoh-tokoh, para ulama, para pimpinan pondok pesantren yang akan kami kunjungi, termasuk kepada Prof. Haedar dan Ibu Haedar,” kata Muzani dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/4).

Pertemuan itu merupakan rangkaian kunjungan kerja Ketua MPR Muzani ke Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar menjelaskan dalam pertemuan itu, dirinya dan Muzani mendiskusikan bahwa persatuan merupakan modal terkuat dalam menghadapi situasi politik global dewasa ini.

“Kami mendiskusikan bahwa modal terkuat kita adalah persatuan. Jadi, ketika kita bersatu menghadapi situasi politik global seberat apa pun itu, Indonesia insyaallah akan mampu menghadapinya,” ujarnya.

Dia juga menilai kepemimpinan Prabowo memiliki komitmen dalam menjaga kedaulatan dan nilai-nilai kemanusiaan di kancah global.

“Dan kami percaya bahwa Presiden Prabowo dengan semangat konstitusional dan menjaga kedaulatan Indonesia akan membawa Indonesia pada prinsip-prinsip kemerdekaan, keadilan, dan keadaban atau kemanusiaan yang beradab di dalam membawa orientasi politik global, termasuk membela Palestina,” katanya.

Selain itu, Haedar dan Muzani turut mendiskusikan langkah menjadi negara maju. Menurut Haedar, pembangunan sumber daya manusia penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, mengingat bangsa ini memiliki potensi besar.

"Dengan fokus kita perlu membangun sumber daya manusia lewat pendidikan, kesehatan, dan sosial yang kuat. Muhammadiyah concern (menaruh perhatian) tetap di situ ditambah dengan kekuatan dan membangun ekonomi,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.