Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pendekatan Persuasif Terhadap Pelanggar Aturan Sampah

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pendekatan Persuasif Terhadap Pelanggar Aturan Sampah Doc: Antara
Ket. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, di Ambon, Selasa (21/7/2026).

Ambon - Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, Maluku, memilih mengedepankan pendekatan persuasif terhadap pelanggar aturan pengelolaan sampah dan belum akan menerapkan sanksi bagi mereka.

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena, di Ambon, Selasa, mengatakan pemerintah belum berencana menerbitkan peraturan wali kota mengenai sanksi pengelolaan sampah dan akan menyesuaikan kebijakan tersebut dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Hukuman itu dibuat kalau tidak terjadi perbaikan. Sekarang saya bertanya, apakah sudah terjadi perubahan di masyarakat atau belum. Kalau masyarakat semakin sadar, mengapa harus kita tindak lagi,” katanya.

Menurut Bodewin, rencana penerapan sanksi sebelumnya disiapkan ketika persoalan sampah di Kota Ambon masih cukup tinggi sebagai langkah penegakan aturan apabila tidak terjadi perubahan perilaku masyarakat.

“Sanksi itu bagi warga yang melanggar. Kalau hari ini masyarakat sudah lebih tertib, tentu kita hargai. Waktu itu saya sampaikan, kalau tidak ada perubahan maka akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Ia menilai meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah menjadi perkembangan positif yang perlu terus didorong melalui edukasi dan partisipasi aktif warga.

“Mudah-mudahan tanpa sanksi masyarakat bisa berubah. Itu yang kita harapkan. Kalau kesadaran sudah muncul, tentu itu lebih baik,” katanya.

Meski demikian, Bodewin menegaskan pemerintah daerah akan terus memantau kondisi di lapangan untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan yang diterapkan dalam pengelolaan sampah.

Ia menambahkan, apabila di kemudian hari masih ditemukan pelanggaran yang berdampak pada kebersihan lingkungan, pemerintah tidak menutup kemungkinan mengambil langkah penegakan aturan sesuai ketentuan yang berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
URI Dibentuk untuk Tingkatk...
Luar Negeri
Angka Kelaparan di Afrika L...
Luar Negeri
Australia Protes Uji Coba M...
Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
# 5
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
📅 Selasa, 21-Jul-2026
Rupiah Menguat, Harga Emas Turun
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.