Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Belu luncurkan pembayaran retribusi pasar melalui QRIS

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 16:45 WIB | Oleh:
Pemkab Belu luncurkan pembayaran retribusi pasar melalui QRIS Doc: ANTARA/ Ho-BI NTT
Ket. Peluncuran QRIS Retribusi Pasar dan Onboarding Merchant QRIS Pasar Senggol Atambua.

Kupang - Pemerintah Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur meluncurkan pembayaran retribusi pasar menggunakan cara Quick Response Code Indonesian Standard(QRIS) untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.

Wakil Bupati Kabupaten Belu, Aloysius Haleseren dalam sambutannya di Atambua, Kabupaten Belu, Jumat saat peluncuran penggunaan aplikasi pembayaran non-tunai untuk pembayaran retribusi pasar, mengatakan bahwa hal ini sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Belu untuk menggunakan kanal digital.

"Kegiatan ini merupakan sebuah langkah dari Kabupaten Belu untuk menggunakan kanal digital yaitu QRIS dalam memperluas dan mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) di Kabupaten Belu," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dia berpesan kepada seluruh pihak yang berperan di Kabupaten Belu pada umumnya dan Atambua pada khususnya untuk dapat terus mengintensifkan penggunaan transaksi non-tunai yang sudah ada.

"Karena secara tidak langsung transaksi non-tunai ini dapat mempercepat pelayanan, meminimalkan persoalan yang mungkin terjadi supaya muncul kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi yang berujung pada meningkatnya ekonomi di Kabupaten Belu," ujar dia.

Pemerintah Kabupaten Belu terus berkomitmen dalam memperluas elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah melalui TP2DD dengan melakukan berbagai terobosan dalam belanja maupun pungutan wajib daerah.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo mengatakan bahwa penggunaan QRIS di NTT terus meningkat dari tahun ke tahun.

Untuk tahun 2024 saja terhitung dari Januari hingga Juni 2024 terdapat 293.565 pengguna QRIS artinya yang bertransaksi dengan QRIS. Sementara target untuk tahun 2024 sendiri 304.630 pengguna.

Didiet Aditya berharap dengan adanya kemudahan digitalisasi khususnya di kabupaten perbatasan itu dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan keamanan dalam proses pembayaran, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna dengan mengurangi ketergantungan pada uang tunai.

"Penggunaan QRIS juga diharapkan dapat mengoptimalkan pungutan retribusi daerah yang bermuara pada meningkatnya pendapatan asli daerah Kabupaten Belu itu sendiri," tambah dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.