Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kado Indah Veddriq Leonardo sebagai Perawat Tradisi Emas Olimpiade

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 11:43 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dia menorehkan waktu 4,79 detik dan 4,92 detik pada babak kualifikasi, yang membuatnya dua kali menaklukkan Bassa Mawem dari Prancis.

Veddriq lalu mencatat waktu 4,98 pada babak eliminasi melawan rekan senegara, Rahmad Adi Mulyono, untuk menentukan tempat perempat final.

Dalam babak itu dia berjumpa kembali dengan Bassa Mawem, dan untuk ketiga kalinya atlet Prancis itu dia sisihkan setelah membukukan waktu 4,88 detik.

Setelah itu, Veddriq berjumpa dengan Reza Alipour dalam semifinal.

Dia kembali memperbaiki catatan waktunya menjadi 4,78 detik untuk mencapai final, guna bertemu Wu Peng yang mengatasi Watson dalam semifinal lainnya.

Meski mengawali panjatan lebih lambat dari pada Wu Feng, akselerasi terukur, teknik panjat yang prima, dan ketenangan yang melapis kecepatan serta ketangguhan dalam memanjat dinding setinggi 15 meter, membuat Veddriq menyentuh papan finis elektronik 0,02 detik lebih cepat ketimbang lawannya.

Sejak awal Veddiq terlihat sudah berada di pacuan juara. Dan untuk itu dia sangat pantas dikalungi medali emas Olimpiade Paris 2024.

Medali emas pertama Indonesia dari cabang non bulu tangkis yang dipersembahkan Veddriq itu sendiri sungguh indah, dan istimewa oleh fakta bahwa sebelum itu kontingen Merah Putih nyaris mengulangi pencapaian Olimpiade London 2012 ketika pulang tanpa medali emas.

Padahal dalam tujuh dari delapan Olimpiade sebelum Paris 2024, Indonesia selalu mendapatkan medali emas, yang semuanya mengalir dari bulu tangkis.

Tahun ini, seperti di London 2012, tak ada sumbangan medali emas dari bulu tangkis.

Puji syukur, ketiadaan emas dari bulu tangkis dengan elok ditutup oleh sukses besar Veddriq dalam merebut medali emas Olimpiade pertama dari speed putra.

Veddriq pun menjadi Olimpian ke-14 yang mempersembahkan medali emas kepada Indonesia.

Atlet pertama dan kedua Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade adalah Susi Susanti dan Alan Budi Kusuma pada Olimpiade Barcelona 1992, sedangkan ganda putri Greysia Poli/Apriyani Rahayu pada Olimpiade Tokyo 2020 menjadi dua atlet terakhir yang mempersembahkan medali emas Olimpiade sebelum Paris 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Luar Negeri
Lumpuh Total, Listrik di Se...

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.