Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

WHO Menyerukan Pertemuan Darurat untuk Membahas Penyebaran Mpox

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 20:43 WIB | Oleh:
WHO Menyerukan Pertemuan Darurat untuk Membahas Penyebaran Mpox Doc: istimewa
Ket. Ayah enam anak, Jean Kakuru Biyambo, 48 tahun, dirawat karena penyakit mpox di Republik Demokratik Kongo, pada 16 Juli.

JENEWA - Direktur Jendral Organisasi Kesehatan Dunia atauWorld Health Organisation (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada hari Rabu (7/8), menyerukan pertemuan darurat bgai para ahli internasional di tengah meningkatnya kekhawatiran atas virus mpox.

"Komite darurat WHO akan bertemu sesegera mungkin untuk memberinya nasihat tentang apakah wabah ini merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional," ujar Tedros, yang menekankan mpox telah menyebar ke luar Republik Demokratik Kongo.

Dikutip dari The Straits Times, keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional merupakan peringatan tertinggi yang dapat dibunyikan WHO dan memungkinkan Tedros untuk memicu tanggapan darurat berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional.

Sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, mpox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang ditularkan ke manusia oleh hewan yang terinfeksi yang juga dapat ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak fisik yang dekat.

Penyakit ini pertama kali ditemukan pada manusia pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, menyebabkan demam, nyeri otot dan lesi kulit besar seperti bisul.

Pada bulan Mei 2022, infeksi mpox melonjak di seluruh dunia, sebagian besar memengaruhi pria gay dan biseksual, karena subklade (subkelompok taksonomi yang dengan satu leluhur yang sama) Clade IIb.

Wabah ini menyebabkan WHO mengumumkan keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional atauinternational public health emergency (PHEIC) yang berlangsung dari Juli 2022 hingga Mei 2023. Wabah ini kini sebagian besar telah mereda.

Sejak September 2023, jenis mpox yang berbeda, subklade Clade Ib, telah melonjak di Kongo.

Pada 11 Juli, Tedros mengatakan, lebih dari 11.000 kasus dan 445 kematian telah dilaporkan di negara Afrika raksasa itu pada tahun 2024, dengan anak-anak sebagai kelompok yang paling banyak terkena dampak. Penyakit tersebut telah menyebar ke negara-negara tetangga.

PHEIC telah dideklarasikan hanya tujuh kali sejak 2009: terkait flu babi H1N1, virus polio, Ebola, virus Zika, Ebola lagi, Covid-19 dan mpox.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

57 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.