Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN Manfaatkan Hampir 1,5 Juta Ton FABA PLTU Selama Semester I 2024

📅 Minggu, 04 Agu 2024, 09:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN Manfaatkan Hampir 1,5 Juta Ton FABA PLTU Selama Semester I 2024 Doc: ANTARA/HO-PLN
Ket. Ilustrasi - Pemanfaatan FABA PLTU Ombilin Kota Sawahlunto, Sumatera Barat sebagai pupuk silika yang dimanfaatkan masyarakat untuk pertanian.

JAKARTA - PT PLN (Persero) berhasil memanfaatkan 1.450.840 ton fly ash bottom ash (FABA) atau abu sisa proses pembakaran batu bara pada 47 unit pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang tersebar di seluruh tanah air selama semester I 2024.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, langkah pemanfaatan FABA tersebut merupakan wujud dari penerapan prinsip environment, sustainability, and governance (ESG). Harapannya, pemanfaatan FABA bisa lebih luas, tak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mendorong perekonomian masyarakat.

"Melalui FABA, kehadiran pembangkit PLN tak hanya bisa menjadi sumber listrik, tetapi juga mampu sebagai bahan dasar yang menjaga dan melestarikan lingkungan serta menggerakkan roda ekonomi di masyarakat," kata Darmawan melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (4/8).

Saat ini, FABA dapat dimanfaatkan untuk beragam manfaat bagi masyarakat seperti subgrade stabilisasi timbunan pilihan, substitusi bahan baku semen, ready mix, material pencegah air asam tambang, paving, pembuatan batako, kanstin, u ditch, pupuk, tetrapod, jalan beton, media tanam, dan lainnya.

"FABA itu dulunya dipandang sebagai limbah yang tidak ada nilai ekonominya, tetapi kini PLN berhasil melakukan inovasi dan mengubahnya menjadi produk yang kaya akan manfaat dalam menunjang pembangunan infrastruktur nasional," ujar Darmawan.

Beberapa pemanfaatan FABA kata Darmawan, di antaranya, mampu meningkatkan kebasaan (pH) tanah, mencegah abrasi di daerah pesisir pantai, menjadi pupuk tanaman, bahan campuran beton, bahan pengeras jalan, hingga pembuatan batako yang kini digunakan untuk pembangunan gardu distribusi.

Tercatat, pemanfaatan FABA PLN Group terus mengalami peningkatan sejak FABA ditetapkan sebagai limbah non bahan berbahaya dan beracun (B3), pemanfaatan tertinggi terjadi pada 2023 sebesar 3,716 juta ton atau 123 persen dari produksi FABA 2023 sehingga dapat mengurangi jumlah FABA yang tersimpan di ashyard.

Pemanfaatan FABA mengacu pada dokumen rincian teknis yang terintegrasi dalam Persetujuan Lingkungan PLTU.

Darmawan juga menyampaikan bahwa FABA saat ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan pihaknya membuka kesempatan kepada semua kalangan yang ingin memanfaatkan FABA menjadi produk bernilai guna tinggi baik sebagai campuran dalam industri konstruksi maupun infrastruktur.

"PLN terbuka kepada masyarakat jika ingin berpartisipasi dalam memanfaatkan FABA. FABA merupakan material yang aman sehingga dapat diolah dan memberikan banyak manfaat," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.