Kedaulatan Tak Bisa Ditawar, Greenland Tegaskan Tetap Bagian dari Kerajaan Denmark
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 23:02 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: PEXELS/RENE TERP
OSLO - Perdana Menteri (PM) Greenland Jens-Frederik Nielsen pada Senin (2/2) mengecam Amerika Serikat (AS) atas "niatnya yang merendahkan dan memecah belah" Greenland.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis menjelang sebuah sidang darurat Inatsisartut, parlemen Greenland, Nielsen juga menegaskan kembali bahwa tekanan terus-menerus AS terhadap Greenland merupakan hal yang "tidak dapat diterima".
Greenland menghadapi situasi yang sulit selama 14 bulan terakhir, kata dia, dengan menyebut pernyataan berulang dari AS, termasuk yang terbaru, mengenai niatnya untuk mengakuisisi Greenland sebagai alasannya.
Ia mengatakan meskipun kemungkinan pengambilalihan secara militer telah dibantah baru-baru ini, AS masih terus mencari cara agar Greenland dapat menjadi bagian dan berada di bawah pemerintahan AS.
Nielsen mengungkapkan retorika semacam itu tidak hanya datang dari Presiden AS Donald Trump, tetapi juga dari para pembuat kebijakan utama AS lainnya beserta sekutu-sekutu dekat mereka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyampaikan mereka memiliki niat yang "merendahkan dan memecah belah" Greenland dan penduduknya
Sebagai tanggapan, kata dia, Pemerintah Greenland menyatakan upaya-upaya tersebut "tidak dapat diterima" dan menegaskan kembali bahwa Greenland merupakan bagian dari Kerajaan Denmark.
Nielsen juga menuturkan meskipun situasinya tegang, Greenland telah memulai dialog dengan AS melalui saluran resmi tingkat tinggi, dan pemerintahannya akan berupaya agar perundingan tersebut membuahkan "hasil-hasil yang konkret". Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!