Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembebasan Pemimpin Aksi Gagal Redam Protes

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 02:28 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembebasan Pemimpin Aksi Gagal Redam Protes Doc: AFP/Munir UZ ZAMAN
Ket. Kembali Unjuk Rasa l Sejumlah aktivis turun ke jalanan di Dhaka, Bangladesh, pada Jumat (2/8), untuk menuntut keadilan bagi para korban kerusuhan nasional dan tindakan keras polisi. Aksi protes di Bangladesh ini kembali terjadi walau tuntutan agar para pemimpin aksi protes dibebaskan telah dikabulkan polisi.

DHAKA - Aksi protes kembali terjadi di Bangladesh usai salat Jumat (2/8) ketika demonstran menuntut keadilan bagi para korban kerusuhan nasional dan tindakan keras polisi, setelah pembebasan para pemimpin aksi protes gagal meredam kemarahan masyarakat.

Unjuk rasa mahasiswa menentang kuota pekerjaan pegawai negeri sipil memicu kekacauan selama berhari-hari yang menewaskan sedikitnya 206 orang bulan lalu, menurut hitunganAFPberdasarkan data polisi dan rumah sakit.

Kekerasan tersebut merupakan salah satu kekerasan terburuk selama 15 tahun masa jabatan Perdana Menteri Sheikh Hasina dan tindakan pasukan keamanan pemerintahannya memicu kebencian yang meluas di dalam negeri dan kritik internasional di luar negeri.

Sehari setelah polisi membebaskan enam anggota penting kelompok yang mengorganisir protes awal, para pemimpinnya mendesak rekan-rekan mereka untuk kembali turun ke jalan.

"Kami menginginkan keadilan atas pembunuhan saudara dan saudari kami," kata kelompok Mahasiswa Melawan Diskriminasi dalam sebuah pernyataan.

Ribuan pemuda Di Ibu Kota Dhaka dan kota pelabuhan Chittagong setelah melaksanakan ibadah salat Jumat turun ke jalan walau hujan lebat menerpa.

"Mengapa saudara-saudara kita berada di dalam kuburan dan para pembunuh berada di luar sana?" salah satu massa meneriakkan yel-yel di luar masjid terbesar di negara itu di pusat Dhaka.

Kecaman UE

Demonstrasi dimulai pada awal Juli atas pemberlakuan kembali skema kuota yang menyediakan lebih dari separuh pegawai pemerintah untuk kelompok tertentu. Dengan sekitar 18 juta generasi muda Bangladesh kehilangan pekerjaan, menurut angka pemerintah, langkah ini membuat para lulusan sekolah menghadapi krisis lapangan kerja yang akut.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa (UE), Josep Borrell, pekan ini mengutuk tindakan keras polisi yang dilakukan setelah melakukan kekuatan berlebihan dan mematikan terhadap pengunjuk rasa dan lainnya, serta mendesak penyelidikan independen atas tindakan mereka.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh, Asaduzzaman Khan, mengatakan kepada wartawan akhir pekan lalu bahwa pasukan keamanan beroperasi dengan menahan diri tetapi terpaksa melepaskan tembakan untuk mempertahankan gedung-gedung pemerintahan. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

21 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.