Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kim Jong-un Kecam Berita Palsu Korsel tentang Kerusakan Akibat Banjir

📅 Sabtu, 03 Agu 2024, 15:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kim Jong-un Kecam Berita Palsu Korsel tentang Kerusakan Akibat Banjir Doc: Yonhap/KCNA
Ket. Foto yang dimuat oleh Kantor Berita Pusat Korea Utara pada tanggal 3 Agustus 2024, memperlihatkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berbicara saat mengunjungi unit helikopter yang dikirim untuk menyelamatkan penduduk yang terisolasi di daerah yang dilanda banjir yang berbatasan dengan Tiongkok.

SEOUL - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengecam media Korea Selatan karena memalsukan skala kerusakan akibat banjir pasca hujan sangat lebat melanda negaranya baru-baru ini.

Kota perbatasan Korea Utara, Sinuiju dan Kabupaten Uiju di Provinsi Phyongan Utara baru-baru ini dilanda hujan sangat lebat.

Media Korea Selatan melaporkan bahwa jumlah korban tewas atau hilang bisa mencapai sekitar 1.000 orang.

"Media sampah musuh berspekulasi bahwa korban di daerah yang terkena dampak akan melebihi 1.000 atau 1.500 dan telah menyebarkan berita palsu bahwa beberapa helikopter dalam misi penyelamatan tampaknya telah jatuh," kata Kim Jong-Un sebagaimana dikutip dari laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Sabtu.

Korea Utara mengatakan hujan deras menyebabkan lebih dari 4.100 rumah dan hampir 3.000 hektar lahan pertanian terendam. Namun, tidak mengungkapkan rincian tentang korban jiwa.

Kim menuduh Korea Selatan memiliki tujuan jahat untuk mencoreng citra Korea Utara dan melancarkan kampanye propaganda fitnah terhadap negaranya.

Kim juga menyebut Korea Selatan sebagai musuh yang tidak dapat diubah dan tidak menanggapi tawaran bantuan kemanusiaan Seoul untuk mengatasi kerusakan akibat banjir.

"Musuh adalah musuh yang tidak dapat diubah," ucapnya

Pada Kamis (1/8), pemerintah Korea Selatan mengusulkan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara atas kerusakan akibat banjir dan mengharapkan reaksi cepat dari Korea Utara.

Namun, sikap bermusuhan Kim terhadap Seoul memunculkan kemungkinan bahwa Pyongyang tidak akan mungkin menerima usulan bantuan Korea Selatan.

Korea Utara masih belum menanggapi usulan tersebut melalui saluran komunikasi penghubung antar-Korea sejak saat itu.

Pertemuan politbiro darurat Partai Pekerja Korea yang berkuasa akan dilakukan pada awal minggu ini untuk membahas cara mengatasi kerusakan akibat banjir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Ekonomi
AirNav Indonesia Perkuat Ko...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.