Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

3 Terdakwa Serangan 9/11 akan Mengaku Bersalah dalam Kesepakatan dengan AS

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 10:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
3 Terdakwa Serangan 9/11 akan Mengaku Bersalah dalam Kesepakatan dengan AS Doc: BBC/Getty Images
Ket. Menara kembar saat diserang teroris pada 11 September 2001.

WASHINGTON - Jaksa AS telah mencapai kesepakatan dengan otak peristiwa 9/11 Khalid Sheikh Mohammed, kata Pentagon hari Rabu (31/7), yang dilaporkan melibatkan pengakuan bersalah sebagai imbalan untuk menghindari persidangan hukuman mati.

Kesepakatan dengan Mohammed dan dua terdakwa lainnya mendorong kasus mereka yang telah berlangsung lama menuju penyelesaian. Kasus-kasus ini terhambat dalam manuver praperadilan selama bertahun-tahun sementara para terdakwa tetap ditahan di pangkalan militer Teluk Guantanamo di Kuba.

Pernyataan Pentagon mengatakan tidak ada rincian kesepakatan yang akan segera dipublikasikan saat ini, tetapi New York Times melaporkan bahwa Mohammed, Walid bin Attash, dan Mustafa al-Hawsawi telah setuju untuk mengaku bersalah atas konspirasi dengan imbalan hukuman seumur hidup, bukan hukuman mati.

Usulan semacam itu dirinci oleh jaksa dalam sebuah surat tahun lalu namun memecah belah keluarga korban (hampir 3.000 orang tewas) dalam serangan 11 September 2001, beberapa orang masih menginginkan para terdakwa menghadapi hukuman tertinggi.

Banyak perdebatan hukum seputar kasus itu berfokus pada apakah mereka dapat diadili secara adil setelah menjalani penyiksaan metodis di tangan CIA pada tahun-tahun setelah 11/9 -- sebuah pertanyaan pelik yang dihindari oleh kesepakatan pembelaan.

Mohammed dianggap sebagai salah satu letnan paling tepercaya dan cerdas dari pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden sebelum ia ditangkap di Pakistan pada Maret 2003. Ia kemudian menghabiskan tiga tahun di penjara rahasia CIA sebelum tiba di Guantanamo pada tahun 2006.

Insinyur terlatih -- yang mengatakan bahwa dia mendalangi serangan 9/11 "dari A sampai Z" -- terlibat dalam serangkaian rencana besar terhadap Amerika Serikat, tempat dia kuliah.

Selain merencanakan operasi penghancuran Menara Kembar, Mohammed mengklaim secara pribadi memenggal kepala jurnalis AS Daniel Pearl pada tahun 2002 dengan "tangan kanannya yang diberkati," dan telah membantu dalam pengeboman World Trade Center tahun 1993 yang menewaskan enam orang.

Penjara "Perang Melawan Teror"

Bin Attash, seorang warga Saudi asal Yaman, diduga melatih dua pembajak yang melakukan serangan 11 September, dan interogator AS-nya juga mengatakan ia mengaku membeli bahan peledak dan merekrut anggota tim yang menewaskan 17 pelaut dalam serangan terhadap USS Cole.

Dia berlindung di negara tetangga Pakistan setelah invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001 dan ditangkap di sana pada tahun 2003, dan kemudian ditahan di jaringan penjara rahasia CIA.

Hawsawi diduga mengelola keuangan serangan 9/11. Ia ditangkap di Pakistan pada 1 Maret 2003, juga ditahan di penjara rahasia sebelum dipindahkan ke Guantanamo pada 2006.

Amerika Serikat menggunakan Guantanamo, sebuah pangkalan angkatan laut yang terisolasi, untuk menahan militan yang ditangkap selama "Perang Melawan Teror" yang terjadi setelah serangan 11 September dalam upaya untuk mencegah para terdakwa menuntut hak berdasarkan hukum AS.

Fasilitas itu menampung 800 tahanan pada puncaknya, tetapi sejak itu mereka perlahan-lahan dipulangkan ke negara lain. Presiden Joe Biden berjanji sebelum pemilihannya untuk menutup Guantanamo, tetapi tetap saja dibuka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Semarak Parade FIFA ASEAN C...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.