Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti BRIN Jelaskan Fenomena 'Bediding' Berkaitan dengan Aphelion

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 17:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peneliti BRIN Jelaskan Fenomena 'Bediding' Berkaitan dengan  Aphelion Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Arsip - Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan.

Jakarta - Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eddy Hermawan menilai fenomena penurunan suhu yang mencolok atau "bediding" memiliki kaitan dengan fenomena Bumi berada pada jarak terjauh dari Matahari atau aphelion.

Ia menilai fenomena penurunan suhu yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia pada belakangan ini memiliki kaitan dengan aphelion, meskipun secara tidak langsung. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa berita yang sempat beredar tentang fenomena yang dikaitkan dengan aphelion tersebut tidak sepenuhnya salah.

"Sekilas memang iya, seperti tidak ada kaitannya, karena memang jauh sekali jika dibandingkan dengan dampak yang terjadi di beberapa kota di Indonesia," kata Eddy dalam gelar wicara yang diikuti secara daring di Jakarta, Jumat.

Eddy menjelaskan beberapa wilayah Indonesia di Bumi bagian selatan dan bertipe monsunal seperti Pulau Jawa, Bali, serta Nusa Tenggara mengalami penurunan suhu udara pada 15 Juli lalu. Seperti Bandung yang suhunya turun mencapai suhu terendahnya tahun ini dengan 15 derajat Celsius, di mana suhu udara pada belakangan ini tercatat di sekitar 22 derajat Celsius.

Sedangkan di wilayah Indonesia yang terletak di Bumi bagian utara seperti Medan dan Pontianak, paparnya, hanya mengalami penurunan yang sedikit dan tidak signifikan, dari sekitar 28 derajat menjadi 24-25 derajat Celsius.Eddy menyebut peristiwa itu terjadi setelah adanya aphelion, yang pasti terjadi setahun sekali sebelum tanggal 8 Juli.

"Jika memang (informasi) ini hoaks, maka pertanyaannya adalah apakah ada satu atau dua kota, khususnya di kawasan timur Indonesia yang suhu udaranya jauh di bawah suhu terendahnya, jauh sebelum terjadinya aphelion," ujarnya.

Meski demikian, Eddy mengonfirmasi adanya penurunan suhu yang terjadi diakibatkan oleh bertiupnya udara dingin dari wilayah Australia, sebagaimana yang selama ini diberitakan.

Namun, ia mengungkapkan udara dingin dari wilayah Australia tersebut bertiup dari wilayah Kutub Selatan yang menjadi lebih dingin, akibat fenomena aphelion tersebut yang menyebabkan wilayah bumi bagian selatan tidak mendapatkan panas matahari sama sekali.

"Dugaan saya, boleh dicek, hampir semua kawasan bertipe monsunal khususnya, yang mengalami fenomena suhu rendah, sebagian besar terjadi setelah peristiwa aphelion muncul, karena adanya lag-time atau jeda waktu," tegasnya.

Eddy meminta kepada para periset untuk kembali memusyawarahkan hal tersebut, dengan tidak hanya berfokus pada hembusan udara dingin dari Australia, namun juga diikuti dengan penelitian sebab lainnya.

"Dengan kata lain, evolusi pergerakan semu Matahari terhadap Bumi akan diikuti dengan evolusi suhu permukaan bumi. Polanya mirip, namun ada jeda waktu," ucap Eddy Hermawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.