Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembelajaran di Perguruan Tinggi Harus Diubah

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Pembelajaran di Perguruan Tinggi Harus Diubah Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Abdul Haris.

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Haris, menyatakan, konsep pembelajaran di perguruan tinggi harus diubah. Dalam proses transformasi pendidikan, perguruan tinggi sudah bukan lagi menjadi pusat transfer keilmuan (knowledge transfer), melainkan wahana menciptakan pengetahuan baru (knowledge creation).

"Proses pembelajaran mahasiswa sudah tidak lagi disuapi oleh dosen," ujar Haris, dalam Diskusi "Arah Pengembangan Pendidikan Tinggi untuk Lima Tahun ke Depan", di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Kamis (25/7).

Dia menyebut, dosen yang mengajar haruslah dosen yang berbasis riset. Menurutnya, dosen yang berbasis riset akan lebih banyak menimba masalah dan membawanya ke ruang kelas untuk didiskusikan bersama mahasiswa.

"Pada transformasi ini, kelas tidak lagi bersifat instruksional, tetapi lebih banyak mengedepankan diskusi," jelasnya.

Transformasi Pendidikan

Haris mengungkapkan, ada tiga masalah utama pendidikan tinggi di Indonesia. Tiga masalah tersebut meliputi ketimpangan akses, kesenjangan kualitas, dan kurangnya relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Dia menambahkan, perguruan tinggi masih menyumbangkan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2023 menyebutkan ada 11,8 persen atau 945.413 pengangguran berasal dari lulusan perguruan tinggi. "Ini menjadi tantangan kita untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas," katanya.

Haris menekankan, kondisi tersebut harus menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk mampu membaca kebutuhan industri. Perguruan tinggi perlu melakukan perbaikan untuk mewujudkan transformasi pendidikan tinggi.

"Ada beberapa strategi yang sudah dilakukan. Mulai dari implementasi program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka, hingga transformasi sistem pendidikan dan tata kelola di perguruan tinggi," ucapnya.

Dia menuturkan, untuk mengatasi masalah seputar relevansi lulusan perguruan tinggi, maka produk utama dari perguruan tinggi adalah lulusan dan karya yang berbasiskan riset dan inovasi. Harapannya, dua hal tersebut dapat menghasilkan lulusan perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Haris juga menyoroti pentingnya transformasi digitalisasi pendidikan tinggi. Menurut Prof. Menurutnya, sistem pembelajaran di perguruan tinggi jangan sampai serupa dengan 10 tahun ke belakang. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.