Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unpad Kembangkan Suplemen Kedelai untuk 'Stunting'

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 03:23 WIB | Oleh:
Unpad Kembangkan Suplemen Kedelai untuk 'Stunting' Doc: Istimewa
Ket. tim pengembang l Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan tablet suplemen dari kacang kedelai untuk mengatasi stunting. Tim pengembang terdiri dari Virginia Heaven Mariboto Siagian, Johnessa Cung, Spica Diani Anandawijaya, Sandya Amelia Febriliani, dan Avika Widyapuspita, dengan dosen pembimbing Prof. Dr. apt. Iyan Sopyan, M.Si.

JAKARTA - Universitas Padjadjaran (Unpad) mengembangkan tablet suplemen dari kacang kedelai untuk mengatasi stunting atau kekerdilan. Pengembangan tersebut juga merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Mahasiswa Fakultas Farmasi Unpad yang menjadi bagian tim pengembang, Virginia Heaven Mariboto Siagian, mengatakan, pihaknya mengembangkan inovasi berupa formulasi tablet Small Quantity Lipid-based Nutrient Supplements (SQ-LNS). Kedelai sendiri merupakan komoditas pertanian Indonesia yang memiliki kandungan protein nabati yang tinggi, lemak yang rendah, dan sumber pangan serat.

"Suplemen ini dikembangkan menggunakan metode mikroenkapsulasi untuk melindungi kandungan protein serta omega-3 dan omega-6 dalam minyak kedelai yang penting untuk pertumbuhan tubuh dan otak janin," ujar Virginia, dalam keterangannya, Rabu (24/7).

Dia mengungkapkan, The Lancet Series on Maternal and Child Undernutrition pada 2021 mencatat bukti kuat bahwa penggunaan SQ-LNS dapat menghemat biaya dibandingkan intervensi lain, mencegah malnutrisi anak, dan mendukung perkembangan anak. Meski demikian, masih ada kekurangan terutama mengenai stabilitas produk yang sangat rentan terhadap oksidasi dan timbulnya rasa tengik.

"Tim memilih bentuk sediaan tablet untuk memperbaiki kekurangan SQ-LNS berupa food paste sebelumnya," jelasnya.

Virginia menerangkan, suplemen tablet SQ-LNS ini memiliki stabilitas produk yang baik dan tidak menimbulkan rasa yang tengik. Dengan demikian, tablet suplemen nyaman untuk penggunaan jangka panjang.

"Tim juga melakukan fortifikasi untuk menambahkan mineral seperti zat besi dan zinc yang dapat memengaruhi hormon pertumbuhan," katanya.

Dia menerangkan, stunting masih menjadi perhatian utama di Indonesia. Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting pada tahun 2021 dan 2022 tercatat sebesar 24,4 persen dan 21,6 persen. Angka ini dinilai masih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

"Riset ini mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka prevalensi stunting dan malnutrisi ibu hamil dan menyusui di Indonesia. Kami berharap inovasi ini dapat menunjang tercapainya target penurunan prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 dan tahun-tahun berikutnya," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.