Samsung Tantang Siswa dan Mahasiswa Kembangkan Solusi Berbasis IoT dan AI
📅 Kamis, 25 Jul 2024, 20:09 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Laporan Work Trend Index 2023: "Will AI Fix Work?" mendapati bahwa teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) banyak membantu karyawan di Indonesia dalam menyelesaikan pekerjaannya. Sebanyak 75 persen karyawan mengatakan akan mendelegasikan sebanyak mungkin pekerjaannya kepada AI untuk meringankan pekerjaan.
Pentingnya teknologi AI ini tidak hanya dirasakan oleh Entry Level management, tetapi juga di Mid- Level Management. Para manajer dan pemimpin perusahaan setuju bahwa teknologi AI hadir bukan untuk menggantikan manusia, tetapi justru untuk membantu meningkatkan produktivitas dan inovasi mereka.
"Menyadari semakin pentingnya keterampilan AI dan sejalan dengan komitmen Samsung untuk turut berkontribusi mencetak talenta digital di Indonesia. Untuk itu Samsung melanjutkan program Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 5 2023/2024 sebagai bekal para peserta dengan keterampilan Coding & Programming, IoT dan AI," kata, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia Ennita Pramono, melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (25/7).
Sebanyak 126 tim (504 peserta) dari 1.000 peserta yang telah melalui babak seleksi akan melanjutkan ke babak ketiga program ini yaitu AI Product Development Bootcamp. Para peserta ini terdiri dari dua kategori yaitu kategori tingkat menengah atas (SMA, SMK, MA) dan kategori mahasiswa (D3, D4 & S1), dimana proses pembelajarannya akan berlangsung hingga 27 Juli 2024.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada babak ketiga ini, SIC memberi program tambahan, yaitu Career Development Program mengenai edukasi keterampilan tambahan untuk persiapan kerja mengenai proses perekrutan, sesi wawancara, tes teknis, teknik presentasi dan lainnya. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para peserta saat masuk ke dunia kerja.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Selain itu, Samsung juga mengadakan Digital Portofolio sebagai inisiatif baru yang merupakan galeri virtual untuk menampilkan proyek-proyek dari para lulusan program SIC dan terbuka bagi pihak industri yang membutuhkan talenta digital," ucap Ennita.
Ennita menjelaskan, inisiatif yang dilakukan Samsung dalam mengemas keseluruhan program SIC tahun ini didasari oleh tren teknologi, khususnya AI yang terus berkembang. Ke depannya, adopsi AI akan terus mengalami peningkatan, tidak hanya di tingkat industri, namun juga sampai ke tingkat kehidupan sehari-hari.
"Pemanfaatan AI dalam IoT product development, akan membantu para peserta untuk dapat menciptakan program/aplikasi/produk yang inovatif, dimana berbagai perangkat yang terhubung dengan internet dapat menganalisa data dan membuat keputusan-keputusan, serta bertindak berdasarkan data, tanpa campur tangan manusia," paparnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui bootcamp ini, para peserta SIC akan mendapatkan pelatihan untuk mengembangan prototipe dari proyek IoT mereka dengan berbasis AI terkini. Dengan langkah ini diharapkan para peserta dapat meningkatkan keterampilan teknologinya dalam menghadirkan solusi cerdas yang dibutuhkan dalam memecahkan berbagai masalah sehari-hari di sekitarnya.
Dalam stage ke-3 ini, para peserta diberikan pelatihan AI yang diamplifikasi langsung pada proyek-proyek IoT mereka dengan materi AI Amplification (Machine Learning dan Deep Learning) dengan total waktu pembelajaran 140 jam. Proses pembelajaran berlangsung secara pembelajaran campuran (blended-learning), yakni gabungan tatap muka secara online setiap Sabtu selama empat jam dan pembelajaran mandiri (self-learning) melalui fasilitas Learning Management System (LMS).
Sementara pembelajaran mandiri dapat dilakukan oleh semua peserta pada waktu yang mereka tentukan sendiri dengan rekaman pembelajaran tatap muka yang dapat mereka pelajari kapanpun mereka mau. Diharapkan pembelajaran dengan system pembelajaran campuran ini akan memberi pengalaman belajar yang lebih efektif dan fleksibel.
Melalui AI Product Development Bootcamp, para peserta SIC dilatih untuk terlibat langsung merakit prototype ciptaannya berdasarkan kurikulum Hands-on Prototype Samsung, yang juga dibekali denganhardwareberupa IoT kit lengkap yang terdiri darimicro controller ESP32, breadboard, sensor udara,tactile switches, resistor, dan yang tidak kalah pentingnya yaituseamlessly integrating AI models with IoT devices.
"Metode pelatihan hands-on prototype Samsung ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknologi dengan cepat yang dapat membantu lulusan SIC pada dunia kerja," terang Ennita.
Pada stage 3 ini, selain pelatihan perakitan prototype ciptaannya, para peserta juga dilatih untuk melakukan pengujian atas prototype ciptaannya. Prosesnya dengan melibatkan masyarakat melalui sampel produk yang dicoba langsung oleh beberapa masyarakat yang ikut terlibat sejak awal dilakukan wawancara proyek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!