Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pagi Ini, Udara Jakarta Terburuk ke-10 di Dunia

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 08:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pagi Ini, Udara Jakarta Terburuk ke-10 di Dunia Doc: ANTARA/Desi Purnamawati
Ket. Cuaca di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2024).

JAKARTA - Kualitas udara di DKI Jakarta pada Kamis (25/7) pagi berada dalam kategori sedang sehingga mendukung untuk beraktivitas di luar ruangan.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 96, dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2,5 di angka konsentrasi polutan 33 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi tersebut setara 6,6 kali dari nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dengan indeks kualitas udara tersebut, Jakarta ternyata masih menduduki kota dengan kualitas udara peringkat sepuluh terburuk di dunia.

Selain Jakarta, kota Medan juga menduduki peringkat ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk dengan indeks 124 atau kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.

Namun demikian, ada beberapa wilayah di Jakarta yang tercatat memiliki kualitas udara dengan kategori tidak sehat, yakni Kemayoran dengan indeks 158, Kelapa Gading Barat dengan indeks 151 dan Kebon Jeruk dengan indeks 151.

Untuk udara berkategori sedang, masyarakat kelompok sensitif sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker saat di luar ruangan, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, serta menyalakan penyaring udara.

Sementara itu, Sistem Informasi Lingkungan dan Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta juga mencatat bahwa kualitas udara di Jakarta secara keseluruhan untuk polusi udara PM2,5 berada pada kategori sedang dengan indeks angka 86.

Kategori sedang berarti tingkat kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia atau hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika.

Sejumlah wilayah yang terpantau memiliki kualitas udara sedang, yakni Bundaran HI, Jagakarsa dan Lubang Buaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.