Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cermati Kejahatan Digital Saat Bertransaksi

📅 Senin, 22 Jul 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cermati Kejahatan Digital Saat Bertransaksi Doc: ANTARA/tangkapan layar
Ket. Diskusi dari yang digelar oleh BI Jakarta oleh Pemimpin group operasional PT Bank DKI Irfan Budiman, Analis Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Dedy Fernando dan Kepala Divisi Perizinan dan Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran BI Jakarta Hery Arfianto pada Minggu (21/7).

JAKARTA - Masyarakat diingatkan untuk mewaspadai berbagai modus penipuan setiap bertransaksi digital agar tidak menjadi korban. "Ada ciri-ciri yang harus diwaspadai," ujar Pemimpin Grup Operasional PT Bank DKI, Irfan Budiman, Minggu (21/8).

Dia minta untuk memeriksa apakah fitur meneruskan (forwading) SMS aktif atau tidak. Bisa menekan *#62#. Apakah melakukan forward sesuatu dari ponsel ke tempat lain? Biasanya kalau ponsel terkena malware akan tertera yes.

Ciri-ciri lain, panas ponsel yang tidak wajar. Ada suara aneh. Baterai ponsel cepat habis. Juga ada SMS OTP dan susah mematikan ponsel. Tampilan berbeda dan layar aneh. Kemudian, ponsel lambat dan ada tanda LED hijau. Lalu, ada pesan forwarding.

Jika ponsel sudah terinfeksi APK jahat, menurut Irfan, masyarakat tidak perlu panik. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti flight mode hingga uninstall. Cari aplikasi yang mencurigakan lalu uninstall. Kemudian, hapus hak akses device pada browser. Jagan lupa ganti password dari computer. Lalu, ganti ATM dan melakukan factory reset.

"Kalau sudah jadi korban, langsung lapor ke bank. Minta tolong rekening diblokir," jelas Irfan. Untuk mencegah jadi korban, Irfan mengimbau masyarakat berhati-hati dalam memberikan data pribadi. Selain itu, jangan klik link yang mencurigakan.

Lalu, hindari mengunduh file yang mencurigakan. Verifikasi pengirim email dan aktifkan filter spam. Gunakan two factor authentication dan memasang antivirus. "Namun, jangan takut bertransaksi secara digital. Yang penting berhati-hati," ujar Irfan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.