Tiongkok Tingkatkan Ambisi Militer dengan Kirim Kapal Induk ke Hong Kong
📅 Rabu, 09 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/May JAMES
HONG KONG - Kapal induk pertama buatan dalam negeri Tiongkok, Shandong, mengakhiri kunjungan lima hari ke pelabuhan Hong Kong pada Senin (7/7) lalu, dalam sebuah langkah yang menurut para analis mencerminkan tekad Beijing untuk memajukan ambisi militernya di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Dinamakan berdasarkan Provinsi Shandong di Tiongkok, kapal ini merupakan kapal induk kedua Tiongkok dan merupakan landasan strategi Presiden Xi Jinping untuk memproyeksikan kekuatan angkatan laut, khususnya di perairan yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
Kunjungan Shandong dilakukan beberapa hari setelah Hong Kong memperingati ulang tahun ke-28 pengembaliannya ke kedaulatan Tiongkok.
Alejandro Reyes, seorang guru besar asing di fakultas politik dan administrasi publik Universitas Hong Kong, mengatakan ia tidak percaya tujuannya adalah hanya untuk memberi sinyal bahwa Tiongkok memposisikan dirinya sebagai “saingan” Amerika Serikat (AS).
“Selain gagasan untuk membangkitkan atau menumbuhkan patriotisme di Hong Kong, saya kira tujuan strategis yang lebih sederhana adalah sekadar untuk menunjukkan bahwa Tiongkok adalah kekuatan angkatan laut yang sedang berkembang dan menjulang di kawasan tersebut,” ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, Rex Li, profesor hubungan internasional dan afiliasi penelitian di Lau China Institute di King's College London, berpendapat sebaliknya.
“(Keberadaan kapal induk Shandong) ini adalah tentang menunjukkan, mendemonstrasikan kemampuan Tiongkok, kemampuan angkatan lautnya,” kata dia. “Tiongkok akan terus mengembangkan kemampuan militernya, kekuatan militernya, terutama pada saat ketegangan geopolitik meningkat pesat di berbagai belahan dunia,” imbuh dia.
Li pun menegaskan bahwa langkah penting bagi Tiongkok sekarang adalah memastikan negara tersebut mampu menanggapi setiap krisis atau peristiwa yang akan mempengaruhi atau menantang kepentingan ekonomi atau keamanan Tiongkok.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ini benar-benar unjuk kekuatan. Saya tidak berpikir ini akan menyebabkan krisis besar antara AS dan Tiongkok. Namun, ini tentu akan mengirimkan sinyal yang jelas kepada AS bahwa Tiongkok siap berperang jika diperlukan," ungkap dia.
Modernisasi Militer
Shandong, yang memiliki dimensi panjang lebih dari 300 meter, ditugaskan pada tahun 2019. Ini adalah kapal induk Tiongkok kedua yang mengunjungi Hong Kong, setelah kunjungan Liaoning pada tahun 2017.
Kapal induk ketiga dan tercanggih milik Tiongkok, Fujian, diperkirakan akan mulai beroperasi tahun ini, menandai dimulainya apa yang disebut oleh media pemerintah sebagai era tiga kapal induk.
Tiongkok diketahui telah terus meningkatkan anggaran pertahanannya selama dekade terakhir, di tengah dorongan Presiden Xi Jinping untuk sepenuhnya memodernisasi militer negara itu pada tahun 2035.
Li mengatakan modernisasi pertahanan selalu penting bagi Tiongkok. "Dari sudut pandang Tiongkok, lebih baik mencapai perdamaian tanpa pertempuran. Dalam hal mempromosikan perdamaian, saya pikir Tiongkok ingin menunjukkan bahwa perdamaian dapat dicapai melalui kekuatan militer," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!