Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penelitian: Korban Tewas Pompeii Bukan Hanya karena Abu Vulkanik, tapi juga Gempa

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Penelitian: Korban Tewas Pompeii Bukan Hanya karena Abu Vulkanik, tapi juga Gempa Doc: istimewa
Ket. Letusan Gunung Vesuvius, gambaran bencana pada abad ke-18, dalam gambar yang disediakan oleh Art Institute of Chicago.

ROMA - Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada hari Kamis (18/7), korban yang tewas di Pompeii setelah letusan dahsyat Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi kemungkinan tewas akibat gempa bumi yang terjadi bersamaan.

Dikutip dari The Straits Times, para sarjana telah berdebat selama beberapa dekade apakah aktivitas seismik terjadi selama letusan Vesuvius di Italia selatan hampir 2.000 tahun yang lalu, dan bukan tepat sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh Pliny the Younger, seorang penulis dan administrator di Roma Kuno, dalam surat-suratnya.

Artikel yang diterbitkan pada tanggal 18 Juli di jurnal akademik Frontiers in Earth Science mengkaji ulang situs arkeologi yang kini terkenal di dunia tersebut, dengan menyatakan satu atau lebih gempa bumi yang terjadi bersamaan merupakan "penyebab yang berkontribusi terhadap runtuhnya bangunan dan kematian penduduk".

"Kesimpulan kami menunjukkan dampak runtuhnya bangunan yang dipicu oleh seismisitas sin-erupsi (aktivitas seismik pada saat letusan) harus dianggap sebagai penyebab kematian tambahan di Pompeii kuno," katanya.

Para arkeolog memperkirakan 15 persen hingga 20 persen penduduk Pompeii tewas akibat letusan tersebut, sebagian besar akibat guncangan termal ketika awan gas dan abu raksasa menutupi kota tersebut.

Abu vulkanik kemudian mengubur kota Romawi tersebut, mengawetkan rumah, bangunan umum, benda-benda, dan bahkan penduduknya dengan sempurna hingga ditemukan pada akhir abad ke-16.

Pada bulan Mei 2023, para arkeolog menemukan kerangka dua pria yang tampaknya tewas bukan karena panas dan awan gas serta abu yang berapi-api, melainkan karena trauma akibat dinding yang runtuh, sehingga memberikan data baru yang berharga. Salah satu korban ditemukan dengan tangan kiri terangkat, seolah-olah melindungi kepalanya.

"Patut dicatat trauma semacam itu serupa dengan trauma yang dialami individu yang terlibat dalam gempa bumi modern," tulis para penulis, yang menyimpulkan dinding yang runtuh bukan disebabkan oleh batu dan puing yang jatuh, melainkan aktivitas seismik.

"Dalam pandangan yang lebih luas yang mempertimbangkan keseluruhan kota, kami menganggap, sebagai hipotesis kerja bahwa korban yang disebabkan oleh kegagalan bangunan yang dipicu oleh gempa bumi mungkin tidak terbatas pada dua individu," tulis para penulis.

Studi ini berpendapat persimpangan fenomena dari aktivitas vulkanik dan seismik memerlukan pendekatan multidisiplin, dengan kolaborasi antara arkeolog dan ilmuwan bumi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Kunjungi Irlandia, Te...
Luar Negeri
Gaun Balas Dendam Putri Dia...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.