Mules, Pulau Cantik Mirip di Film 'Jurassic World'
📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoDi Kampung Kampung Peji, Desa Nuca Molas yang berada di pantai utara pulau, pemandangan yang bisa dilihat berupa perbukitan berumput hijau serta pemandangan padang rumput yang luas tempat warga menggembalakan sapi, kambing, dan domba.
Sementara itu di Kampung Konggang, yang berada di bagian barat pulau, bisa dijumpai pemandangan batu karang di sepanjang pantai dan pasir yang kasar. Jika air laut surut, tampak dengan jelas binatang laut seperti bulu babi, siput laut, dan bintang laut.
Bukan hanya menikmati alamnya saja, di pulau ini wisatawan dapat bercengkrama dengan penduduknya yang polos dan ramah. Mencermati keseharian warga pulau menawarkan wawasan dan pemahaman baru tentang kehidupan masyarakat di pulau kecil yang belum begitu terpapar dunia luar.
Mereka yang memiliki kearifan lokal untuk hidup selaras dengan alam dan menjaga kelestarian lingkungan menjadi pelajaran tersendiri bagi orang kota. Jangan ragu untuk melempar senyuman dan menyapa yang pasti akan dibalas dengan senyuman dan keramahantamahan khas desa yang tulus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara demografis mayoritas penduduk Pulau Mules beragama Islam. Hal ini berbeda dengan sebagian besar penduduk di Pulau Flores yang menganut Katolik, yang telah dianut ketika misionaris Portugis mulai menginjakkan kakinya di pulau itu sejak 1512.
Agama Islam yang dianut penduduk di Pulau Mules dibawa nenek moyang mereka yang berasal dari suku Ende, Bima, dan Bugis. Dengan keragaman budaya ini tidak heran bahasa penduduk di pulau ini berbeda dengan Flores daratan.
Untuk mengunjungi Pulau Mules akses menuju Pulau Mules cukup mudah. Dari Kecamatan Ruteng, sebagai pusat Kabupaten Manggarai bisa menggunakan moda transportasi darat ke Pantai Dintor, di Desa Satar Ruwuk, Kecamatan Satar mese. Dari pantai ini perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu kecil selama sekitar 30 hingga 35 menit menuju Pulau Mules.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pembangunan Ekonomi
Sebagai pulau yang berada di wilayah terpencil Pulau Mules saat ini tengah menjadi perhatian Direktorat Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras. Untuk menunjang ekonomi dan wisata tengah dibangun dermaga yang dan pengadaan kapal kapal berbobot 35 ton yang akan beroperasi ke Pulau Mules dari Dintor. Selanjutnya jalanan di dalam pulau juga akan dibeton sepanjang 21 kilometer.
"Kapal barang dapat membantu nelayan dalam mendistribusikan hasil tangkapan mereka, sedangkan jalan beton membuka akses tur keliling pulau," ujar Johozua M Yoltuwu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, seperti yang dilansir dari Antara pada 2018 lalu.
Setelah adanya kapal pembetonan jalan, pemerintah telah menyiapkan 2,4 miliar rupiah untuk pembangunan homestay dan beragam fasilitas lain demi kemajuan pariwisata di Pulau Mules. Dengan fasilitas tersebut industri pariwisata diharapkan bisa berkembang, bersama dengan dua sektor ekonomi lainnya yaitu peternakan dan perikanan.
Bupati Manggarai Deno Kamelus, mengatakan pemerintah kabupaten membeli 70 hektare di Pulau Mules untuk lahan pengembangan ternak sapi dan pengembangan pakan ternak. Ini merupakan penjabaran dari pembangunan pertanian terintegrasi melalui pola yang disebut Sistem Manajemen Pertanian Terintegrasi (Simantri).
Simantri merupakan program sinergi berbagai perangkat daerah dan pihak terkait dalam upaya meningkatkan pendapatan petani. Saat ini, pihak-pihak yang terlibat Program Simantri di Kecamatan Manggarai, antara lain, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR, dan Dinas Perdagangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!