Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamen LH Ingatkan Risiko Limbah, MBG Harus Ramah Lingkungan

📅 Jumat, 16 Jan 2026, 19:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamen LH Ingatkan Risiko Limbah, MBG Harus Ramah Lingkungan Doc: Antara
Ket. Wamen LH/Waka BPLH Diaz Hendropriyono (tengah) dalam kunjungan ke SPPG Banyuanyar dan SPPG Busukan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15/1).

Jakarta - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengingatkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berjalan proses produksinya selaras dengan upaya mitigasi pencemaran, pengendalian food waste, dan perlindungan lingkungan hidup yang berkelanjutan.

"KLH ingin memastikan program Pak Prabowo ini benar-benar bisa berhasil, bisa memberikan gizi yang baik untuk seluruh anak bangsa tetapi juga dengan cara yang tidak merusak lingkungan, jadi saya rasa kita harus melakukan pembangunan dan dorong prinsip keberlanjutan," kata Wamen LH/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Diaz dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Jumat  (16/1).

Hal itu disampaikannya usai meninjau dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Banyuanyar dan SPPG Busukan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (15/1). Dalam kesempatan itu dia menyerahkan bantuan berupa masing-masing tiga unit komposter kepada kedua SPPG guna mendukung pengelolaan sampah organik agar lebih efektif dan meminimalkan sampah sisa makanan.

Peninjauan pertama dilakukan di SPPG Banyuanyar yang melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat. Wamen LH mengapresiasi sistem pengelolaan limbah cair dan sampah organik yang sudah berjalan secara menyeluruh, termasuk pemanfaatan minyak jelantah.

Terkait isu lingkungan yang sempat dikeluhkan warga sekitar, pihak SPPG menunjukkan respons cepat dan tepat guna dengan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dilengkapi perangkap minyak, kolam resapan, tangki pengolahan aerob dan anaerob, serta filter mekanis yang menggunakan lapisan batu zeolit, pasir kasar, pasir silika, dan karbon aktif.

Di SPPG Busukan yang melayani sekitar 3.100 penerima manfaat,  Diaz meninjau fasilitas yang sejauh ini telah memiliki perangkap minyak dan pengelolaan sampah organik.

Namun, untuk aspek limbah cair, SPPG Busukan saat ini masih mengandalkan fasilitas milik Pemerintah Kota. Sebagai bentuk dukungan, bantuan komposter diberikan untuk semakin memperkuat sisi hulu pengelolaan sampah.

"Ini saya kasih komposter untuk membantu pengelolaan sampah organik, tapi pengelolaan air limbahnya harus ditingkatkan," ujar Wamen.

Dia memastikan KLH/BPLH berkomitmen untuk terus mengawal agar setiap SPPG memiliki standar pengelolaan lingkungan yang seragam guna mewujudkan konsep zero waste dalam setiap program strategis nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
  • Ekonomi Kreatif dan UMKM Jakarta Mulai Andalkan Cetak 3D untuk Produksi Skala Kecil
    Mengetahui fakta bahwa penggunaan filamen berbasis PLA yang ...
  • Industri Baterai Dipacu, Transisi Energi dan Ekonomi Digital Jadi Kunci
    Ulasan yang sangat komprehensif dari Koran Jakarta mengenai ...
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Nepal Bakal Larang Pendaki ...
Luar Negeri
Brasil dan AS Bakal Kembali...
Advertisement
Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

Resmi Dibuka! Jalur Kelok 23 Bantul–Gunungkidul Uji Coba 7 Hari Mulai Hari Ini

15 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.