Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

CrowdStrike, Penyebab Kekacauan IT yang Menganggu Layanan di Seluruh Dunia

📅 Sabtu, 20 Jul 2024, 15:55 WIB | Oleh:

"Kami menghentikan pelanggaran," kata perusahaan keamanan siber tersebut di situs webnya.

Menurut situs webnya, CrowdStrike didirikan pada tahun 2011 dan diluncurkan pada awal tahun 2012. Perusahaan ini terdaftar di bursa Nasdaq lima tahun lalu. Bulan lalu, perusahaan Austin, Texas itu melaporkan pendapatannya naik 33% pada kuartal terakhir dari kuartal yang sama tahun sebelumnya, membukukan laba bersih sebesar $42,8 juta, naik dari $491.000 pada kuartal pertama tahun lalu. Perusahaan itu melaporkan memiliki 29.000 pelanggan tetap.

CrowdStrike bermitra dengan Amazon Web Services dan teknologi keamanan "Falcon for Defender" dirancang untuk melengkapi Microsoft Defender guna mencegah serangan.

Apakah Ada Perbaikan?

Gangguan pada hari Jumat terus berlanjut beberapa jam setelah CrowdStrike pertama kali mengidentifikasi masalah tersebut. Namun, baik perusahaan maupun Microsoft mengatakan bahwa mereka sedang berupaya agar system lembali online.

Dalam pernyataan melalui email, CrowdStrike mengatakan pihaknya "secara aktif bekerja dengan pelanggan yang terdampak oleh cacat yang ditemukan dalam satu pembaruan konten untuk host Windows". Perbaikan "telah diterapkan" untuk masalah yang teridentifikasi.

Presiden dan CEO CrowdStrike George Kurtz kemudian meminta maaf. "Kami memahami betapa seriusnya situasi ini dan sangat menyesal atas ketidaknyamanan dan gangguan yang terjadi," tulisnya di platform media social X.

Juru bicara Microsoft Frank X. Shaw mengatakan perusahaan tersebut "secara aktif mendukung pelanggan untuk membantu pemulihan mereka." Baik CrowdStrike maupun Microsoft juga tampaknya melibatkan personel TI di saluran daring resmi, seperti Reddit.

Meskipun masalah ini dapat diperbaiki, diperlukan keahlian tertentu, dan dampaknya dapat berlangsung lama setelah hari Jumat. Kurtz mencatat sebelumnya bahwa beberapa pelanggan mungkin memerlukan perbaikan "manual".

Pakar keamanan siber juga memperingatkan tentang pelaku kejahatan yang mungkin menghubungi dan mengklaim dapat membantu. Perusahaan atau organisasi yang lebih kecil dengan sumber daya TI yang lebih sedikit berada dalam risiko yang lebih besar.

Analis Gartner Eric Grenier mencatat mereka yang terkena dampak harus memastikan bahwa mereka berbicara dengan organisasi terpercaya saat berupaya memulihkan diri. "Penyerang pasti akan memangsa organisasi sebagai akibat dari hal ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM dan Kemenpar Dorong Pa...

Ariana Grande Beri Hibah Bantuan Anak-Anak Gaza

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Luar Negeri
Tiongkok Merebut Gelar Supe...
Rona
Bernadya Rilis Album Kedua ...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 6
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.