Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Kukar Siapkan Desa Jonggon Jadi Pemasok Pangan IKN

📅 Selasa, 16 Jul 2024, 21:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Kukar Siapkan Desa Jonggon Jadi Pemasok Pangan IKN Doc: Antara/ HO Prokom Kukar
Ket. Asisten I Akhmad Taufik Hidayat.

Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar), Kalimantan Timur, optimistis dan menyiapkan Desa Jonggon Desa di Kecamatan Loa Kulu, menjadi desa pemasok bahan pangan untuk warga Ibu Kota Nusantara (IKN) menyusul lokasi yang berbatasan.

"Desa Jonggon sebelumnya merupakan kawasan transmigrasi. Dalam perkembangannya, desa itu semakin maju dalam berbagai bidang pembangunan. Pembangunan itu akan semakin pesat dengan adanya IKN sebagai tetangga," kata Asisten I Akhmad Taufik Hidayat di Tenggarong, Senin.

Lokasi Jonggon Desa yang berbatasan langsung dengan IKN di sisi barat laut, menurut Akhmad Taufik, akan mudah membantu pemenuhan kebutuhan pangan. Pemenuhan bahan pangan itu dapat dilakukan oleh warga IKN dengan datang langsung ke Jonggon Desa, maupun warga Jonggon yang mengantar ke penduduk IKN.

Akhmad Taufik mengatakan pencapaian Desa Jonggon dalam bidang pembangunan antara lain peningkatan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, pertanian dalam arti luas, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Desa yang diawali dari pemukiman transmigrasi ini terus berkembang. Perjalanan panjang telah dilalui hingga usianya sekarang menginjak 60 tahun. Pencapaian usia itu tentu cukup matang bagi perkembangan desa yang diawali dari kelompok transmigran," katanya.

Kepala Desa Jonggon Jumari mengatakan pemerintah daerah telah melakukan peningkatan kapasitas dan pelatihan kepada para petani, selain pendampingan pengelolaan lahan. Peningkatan kapasitas itu menjadi wujud pemanfaatan aset dan potensi desa.

Komoditas unggulan Desa Jonggon saat ini, menurut Jumari, adalah kelapa sawit. Tapi, desa itu juga mempunyai ratusan hektar lahan sawah, serta lahan hortikultura dan perikanan.

"Luas wilayah Desa Jonggon mencapai 76.136 hektare. Desa kami paling luas di antara desa lain di Kecamatan Loa Kulu. Saat ini hanya sekira 5.000 hektare lahan yang menjadi hak milik masyarakat. Tapi, lahan seluas itu mampu produksi aneka kebutuhan pangan," kata Jumari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.