Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kembangkan Pertanian Modern PM-AAS, Padi IP200 Jadi Andalan Tingkatkan Hasil Panen.

28 Selasa, 28 Jul 2026, 11:39 WIB | Oleh:
Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kembangkan Pertanian Modern PM-AAS, Padi IP200 Jadi Andalan Tingkatkan Hasil Panen. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kembangkan Pertanian Modern PM-AAS, Padi IP200 Jadi Andalan Tingkatkan Hasil Panen. Doc: Antara Foto
Ket. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Kalsel melaksanakan metode Pertanian Modern- Advanced Agriculture System (PM-AAS) dengan menanam padi IP200 di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang, Senin (27/7).

Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan menerapkan metode Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) dengan menanam padi IP200 di Desa Bakarung, Kecamatan Angkinang pada 2026.

Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Angkinang Taufiq Ridho di Kandangan, HSS, Senin, mengungkapkan, penanaman metode PM-AAS padi IP200 di Desa Bakarung secara resmi dimulai pada 27 Juli 2026.

"Ini merupakan lahan pertanian desa kedua yang menerapkan tanam padi metode PM-AAS, sebelumnya di Desa Angkinang," ujarnya.

Untuk program pertanian padi IP200 di Desa Bakarung ini, ungkap dia, di lahan pertanian milik H Sulaiman dan Adi yang keduanya anggota Kelompok Tani (Poktan) Teratai desa setempat.

Dia menjelaskan, metode PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, demi mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.

Melalui penerapan metode ini, Pemda HSS mendorong petani mengoptimalkan penggunaan benih unggul, pengelolaan air, pemupukan berimbang, serta teknik budidaya yang lebih efektif dan efisien.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, menekan biaya produksi, menghemat waktu dan tenaga kerja, memperkuat daya saing sektor pertanian, serta keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak.

"Pendampingan di lapangan dilakukan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa, BPP Kecamatan Angkinang, serta seluruh rekan penyuluh BPP Angkinang, POPT, penyuluh swadaya, dan operator layanan operasional," ujarnya.

Taufiq Ridho mengatakan, pembinaan kepada kelompok tani dilakukan secara konsisten, sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan gerakan tanam perdana.

"Pendampingan tersebut menjadi salah satu faktor pendukung terlaksananya kegiatan ini. Dari gerakan tanam perdana ini kami harapkan penerapan PM-AAS mendorong percepatan penerapan budidaya padi IP 200 di Kecamatan Angkinang," ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi, memperkuat ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di HSS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Inggris Berencana Hidupkan ...
Luar Negeri
Jerman Siapkan Pasukan Khus...
Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.