Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menelusuri Jejak Seni Wayang Tiongkok Kuno di Kota Santri

📅 Sabtu, 13 Jul 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Menelusuri Jejak Seni Wayang  Tiongkok Kuno di Kota Santri Doc: Koran Jakarta/ Selocahyo Basuki Utomo
Ket. Kelenteng Hong San Kiong, di Gudo, Jombang, Jawa Timur.

Peradaban Tiongkok telah lama diketahui mendominasi budaya di Asia timur. Dengan menjadi salah satu tunas peradaban, budaya Tiongkok memberikan pengaruh besar pada kesenian, tradisi, etiket, dan bahkan kuliner di Asia hingga saat ini.

Perkembangan budaya Tiongkok sempat dibatasi pada masa Orde Baru dan baru pada pasca reformasi, Presiden Abdurrahman Wahid mengeluarkan Keppres No. 6 / 2000 tentang pencabutan Inpres No. 14 / 1967, yang menjadikan masyarakat Tionghoa diberi kebebasan untuk menganut agama, kepercayaan, dan adat istiadatnya.

Setelah itu, melalui berbagai kesempatan terbuka masyarakat mulai sering melihat dan mengenali berbagai budaya kaum peranakan Tionghoa, termasuk merayakan upacara-upacara seperti Tahun Baru Imlek, Cap Go Meh, dan sebagainya.

Dalam berbagai perayaan, salah satu jenis kesenian peranakan yang ikut terangkat adalah Wayang Potehi.

Berasal dari era Tiongkok kuno yakni Dinasti Jin (265-420 M), seni pertunjukan Wayang Potehi telah hadir di Nusantara dibawa oleh para perantau Tiongkok pada tahun 1900-an. Awalnya teater wayang dari bilik panggung ini hanya dipentaskan di kelenteng-kelenteng saat upacara keagamaan, namun sekarang telah berkembang di berbagai kesempatan yang lebih luas.

Keberadaan museum sangat penting karena memiliki tanggung jawab dan fungsi untuk melestarikan, membina, sekaligus mengembangkan budaya masyarakat baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Melalui pesan-pesan yang dirangkai lewat etalase dan ruang pameran, museum di Indonesia berfungsi sebagai sarana komunikasi dan jembatan penghubung yang dapat memicu kesadaran dan pengetahuan bagi masyarakat

Berawal di kawasan pesisir Pulau Jawa, ternyata kini Wayang Potehi telah menyebar ke berbagai pelosok Tanah Air, mengikuti keberadaan kelenteng sebagai tempat peribadatan penganut kepercayaan tradisional Tionghoa.

Salah satu daerah dengan perkembangan seni Wayang Potehi cukup pesat adalah Kabupaten Jombang. Berpusat di Kelenteng Hong San Kiong di Desa Gudo, Kecamatan Gudo, teater Wayang Potehi tidak hanya menjadi bagian dari ritual umat Tri Dharma, tapi juga turut digemari warga sehingga sebagian dari mereka tertarik untuk terjun mempelajari kesenian ini.

Bahkan kini masyarakat dapat melihat koleksi-koleksi boneka Potehi di lingkungan Kelenteng Hong San Kiong yang ditempatkan di Museum Wayang Potehi.

Berdirinya Museum Wayang Potehi di Gudo terjadi dari akulturasi budaya pada masa lalu. Bukti-bukti sejarah masuknya kesenian Tionghoa ke Jombang ini masih tersimpan rapi hingga kini di museum tersebut.

Pendiri museum adalah ketua Yayasan Kelenteng Hong San Kiong, Toni Harsono. Sedangkan kepemilikannya diberikan kepada Yayasan Fu He An Indonesia. Sebaliknya, pengelolaan museum diserahkan kepada unit pengelola Kelenteng Hong San Kiong.

Toni mengatakan bahwa koleksi yang dipamerkan berupa boneka dan peralatan pewayangan Potehi. Pendirian museum bermula pada tahun 2001, namun hingga kini museum tersebut belum sepenuhnya siap.

"Karena ada keterbatasan dana sehingga pengembangannya agak tertunda. Tapi meskipun dengan kondisi seadanya masyarakat sudah bisa berkunjung, banyak juga mahasiswa yang datang untuk membuat skripsi," ucap Toni.

Kabar baiknya, pengunjung yang datang tidak dipungut biaya masuk. Masyarakat dapat melihat berbagai koleksi wayang Potehi, termasuk sejumlah artefak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.