Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

14 Layanan Digital Kemendikbudristek Telah Pulih

📅 Kamis, 11 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
14 Layanan Digital Kemendikbudristek Telah Pulih Doc: Tangkapan layar M.Ma'ruf
Ket. Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (10/7).

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Suharti, mengatakan, 14 layanan digital kementerian pulih pasca persetasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Adapun layanan digital yang terdampak berjumlah 49 layanan.

"Kemarin kita terdampak 49 layanan, 14 sudah pulih seluruhnya," ujar Suharti, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi X DPR RI, di Jakarta, Rabu (10/7).

Dia mengatakan, sisa layanan sedang tahap pemulihan sehingga membutuhkan waktu untuk bisa pulih. Meski demikian, pihaknya berjanji sistem akan pulih seluruhnya pada akhir Juli 2024. "Jadi memang butuh waktu dan dari pembahasan bersama dengan tim IT tidak mungkin dipulihkan hanya dalam waktu seminggu dua minggu, jadi dipastikan sampai 29 Juli sistem akan pulih kembali," jelasnya.

Sebagai informasi, peretasan PDNS 2 terjadi pada 20 Juni 2024. Sejak saat itu sejumlah layanan digital milih pemerintah terganggu.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudritstek, Abdul Haris, memastikan, Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) statusnya aman karena pihaknya menggunakan server tersendiri. Dengan demikian, data tersebut bisa menjadi acuan untuk mengatasi hilangnya data Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, meminta, Kemendikbudristek memastikan dampak dari serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional. Menurutnya, jangan sampai hal tersebut mengganggu pengelolaan data pendidikan, seperti penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP-K, penyaluran bantuan pendidikan Beasiswa Indonesia Maju (BIM), dan proses pelaksanaan PPDB, serta aplikasi pendidikan lainnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.