Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benny Susetyo: Perlu Evaluasi Efektif dan Kerja Kolaboratif dalam Penerapan Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila

📅 Rabu, 10 Jul 2024, 01:07 WIB | Oleh:

Apa saja tantangan dan hambatan dalam proses integrasi kebijakan sistem pendidikan nasional? Bagaimana efektivitas Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk karakter siswa? Dia menjelaskan perlu ada metodologi kajian yang meliputi studi literatur, tinjauan dokumen, wawancara FGD, dan analisis data kualitatif.

Profesor Dadang Sundawa menambahkan pandangan penting mengenai penulisan dan penerapan buku teks utama Pendidikan Pancasila untuk menghindari tumpang tindih dan memastikan penanaman nilai-nilai Pancasila yang efektif. Ditekankan beberapa poin kritis yaitu sebelum menulis buku teks, sangat penting untuk mengembangkan rumusan tujuan pembelajaran yang jelas.

Hal ini bertujuan agar setiap materi yang disusun memiliki alur tujuan pembelajaran yang terstruktur dan dapat diikuti dengan baik oleh para pendidik dan siswa. Menurutnya, meskipun penanaman nilai-nilai Pancasila melalui Buku Teks Utama Pancasila sudah benar dilakukan, praktiknya di lapangan masih banyak kesalahan interpretasi.lebih lanjut beliau menekankan bahwa para guru masih belum sepenuhnya memahami tujuan utama dari Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila.

Tujuan buku tersebut adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila pada karakter pelajar, bukan hanya memberikan informasi kognitif semata.

Menurut Profesor Dadang, penerapan pendidikan Pancasila saat ini masih belum maksimal karena pemahaman guru yang masih kurang dan berbeda-beda. Hal ini menyebabkan variasi dalam implementasi di lapangan dan mengurangi efektivitas penanaman nilai-nilai Pancasila pada siswa.

Diskusi ini menyoroti beberapa tantangan utama dalam mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kebijakan sistem pendidikan nasional yaitu kurangnya keseragaman dalam penerapan nilai-nilai Pancasila di berbagai materi pendidikan dan daerah.

Ketidakkonsistenan ini dapat menyebabkan beragam interpretasi dan implementasi nilai-nilai tersebut, selanjutnya tanpa disadari seringkali, nilai-nilai Pancasila diajarkan secara dangkal, dengan fokus pada hafalan daripada pemahaman dan internalisasi nilai-nilai tersebut melalui penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari, tidak bisa dipungkiri pula perbedaan sumber daya dan kualitas pendidikan di berbagai daerah mempengaruhi seberapa baik nilai-nilai Pancasila disampaikan dan diadopsi oleh siswa.

Selanjutnya di lapangan seringkali dilakukan pendekatan mekanistik dalam sistem pendidikan saat ini, yang berfokus pada output dan kompetensi yang dapat diukur, dapat merusak perkembangan holistik karakter dan nilai-nilai siswa.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, diusulkan beberapa strategi untuk integrasi nilai-nilai Pancasila yang lebih efektif ke dalam kebijakan sistem pendidikan nasional, antara lain pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila di semua mata pelajaran dan kegiatan, memastikan nilai-nilai ini tertanam dalam pengalaman pendidikan siswa.

Selanjutnya perlu memberikan pelatihan komprehensif bagi guru untuk menyampaikan nilai-nilai Pancasila secara efektif melalui metode pengajaran yang inovatif dan menarik. Guru harus dilengkapi untuk menjadi teladan dalam perilaku dan interaksi mereka dengan siswa selanjutnya perlu adanya pelibatan komunitas, termasuk orang tua dan pemimpin lokal, dalam proses pendidikan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila di luar kelas. Ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung internalisasi nilai-nilai tersebut.

Lebih lanjut untuk lingkup masyarakat kurikulum perlu mendorong siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila melalui layanan masyarakat, proyek, dan kegiatan ekstrakurikuler yang mempromosikan tanggung jawab sosial, empati, dan keterlibatan dalam masyarakat.

Untuk tahap selanjutnya kurikulum perlu menerapkan mekanisme penilaian dan umpan balik berkelanjutan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan Pancasila dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan dampaknya,karena kita perlu menyadari peran penting Pancasila dalam pengembangan karakter, karenanya perlu mengadvokasi sistem pendidikan yang memprioritaskan penanaman nilai-nilai moral dan etika.

Ini melibatkan peralihan dari sekadar akuisisi pengetahuan dan keterampilan menuju pengembangan karakter dan rasa tanggung jawab sosial siswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.