Kolaborasi Musik Rayakan Hubungan Diplomatik Indonesia-Australia
📅 Jumat, 05 Jul 2024, 19:33 WIB | Oleh: Muhamad Ma'rup
Doc: muhammad marup
JAKARTA - Kuartet gesek dari Melbourne Symphony Orchestra (MSO) berkolaborasi bersama komposer dan pianis Indonesia Ananda Sukarlan dan penyanyi sopran Indonesia Mariska setiawan. Kolaborasi tersebut tampil dalam konser 'Notes of Friendship' dalam rangka merayakan hubungan diplomatik Australia-Indonesia ke-75 Tahun'.
"Musik memiliki kekuatan untuk melampaui batas dan menghubungkan orang-orang dari berbagai latar belakang. Kolaborasi istimewa ini merayakan hubungan erat antara Australia dan Indonesia," kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams PSM, usai acara konser, di Jakarta, Kamis (4/7).
Dia mengatakan, MSO akan tampil di Candi Prambanan bersama Yogyakarta Royal Orchestra serta siswa Youth Music Camp. Setelahnya, MSO akan menggelar lokakarya manajemen seni selama tiga hari.
"Perpanjangan Nota Kesepahaman selama empat tahun dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan kesepakatan baru dengan Yogyakarta Royal Orchestra akan ditandatangani dalam kunjungan tersebut," jelasnya.
Managing Director MSO, Sophie Galaise, menambahkan, MSO juga menggelar masterclass manajemen seni juga di Jakarta. Kelas tersebut jadi sebuah kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan insitusi-institusi seni terkemuka di Jakarta.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melalui bahasa musik yang universal, MSO membangun pemahaman dan hubungan budaya di seluruh kawasan kita," katanya.
Komposer dan pianis, Ananda Sukarlan, menciptakan karya "I Wish Matilda Had Waltzed to Minang" untuk konser tersebut. Karya tersebut merupakan perpaduan dua melodi asal Australia dan Minangkabau, Waltzing Matilda dan Kampuang Nan Jauh di Mato.
Dia menyebut karya ciptaannya merepresentasikan hubungan diplomatik Indonesia Australia. Selain karya tersebut, Ananda juga mengiringi senandung dari puisi para penyair Indonesia seperti Okky Madasari dan Joko Pinurbo.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kedua lagu yang saya persatukan dan saya bikin variasinya di karya ini adalah lagu favorit saya, keduanya lagu yang sedih. Mungkin suasana hati saya saja saat itu," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!