‘Swiftonomics’, Belajar dari Tur Taylor Swift yang Menguntungkan Singapura
📅 Kamis, 04 Jul 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim PenulisFenomena ini bukan hal baru. Konser nama-nama besar lainnya di dunia musik, seperti Coldplay yang berbasis di Inggris dan boyband Korea Selatan BTS, juga menghasilkan dampak serupa. Namun, skala efek pengganda yang dihasilkan oleh tur Taylor Swift jauh lebih kuat dibandingkan tur-tur lainnya.
Sebagai contoh, kita dapat mempelajari dampak efek berganda konser Swift di Singapura bulan Maret lalu.
Tingkatkan Produk Domestik Bruto (PDB)
Meskipun menimbulkan kontroversi karena menjadi satu-satunya negara perhentian untuk tur Taylor Swift di Asia Tenggara, Singapura menikmati dorongan ekonomi yang signifikan. Hal ini bahkan setelah mengurangi angka US$18 juta (setara Rp 294.8 milyar) yang dibayarkan Singapura untuk menyelenggarakan konser Asia Tenggara-nya eksklusif di negara kota tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada beberapa statistik yang menarik dari konser Taylor Swift. Berkat konsernya, dari tanggal 1 hingga 9 Maret 2024, pemesanan terkait pariwisata di Singapura meningkat sebesar 275% dibandingkan periode yang sama dua minggu kemudian. Pemesanan penerbangan menuju dan akomodasi di Singapura masing-masing meningkat sebesar 186% dan 462% selama pekan konser tersebut berlangung.
Apa dampaknya terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Singapura?
Para ekonom mengatakan kepada Bloomberg bahwa mereka memperkirakan konser Taylor Swift di Singapura akan menambah sekitar SG$300-$400 juta (setara Rp3.7 triliun) terhadap PDB negara tersebut dalam kuartal pertama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peningkatan tambahan ini melebihi pertumbuhan tahunan Singapura yang dilaporkan sebesar 2,7% pada kuartal pertama tahun 2024.
Percepatan pertumbuhan terbaru tersebut melampaui pertumbuhan PDB sebesar 2,2% pada kuartal terakhir tahun 2023-sekali lagi berkat kontribusi efek pengganda di sektor pariwisata Singapura yang dipicu oleh bintang pop Amerika tersebut.
Dampak luar biasa dari konser enam hari di Singapura ini mengikuti jejak kesuksesan tur di AS tahun sebelumnya.
Sebuah lembaga riset memperkirakan perekonomian AS berpotensi menikmati peningkatan berkat efek penggandaan sebesar US$5 miliar (setara Rp 81.9 triliun) dari 52 pertunjukan di negara tersebut tahun lalu, ketika penonton konser menghabiskan rata-rata US$1.300 (setara Rp 21.3 juta) untuk setiap pertunjukan. Dalam laporan Federal Reserve AS, Taylor Swift bahkan sempat mendapatkan referensi:
Meskipun secara umum pemulihan pariwisata di wilayah ini lambat […] Bulan Mei menjadi bulan yang terbaik dalam pendapatan pemasukan Hotel di Philadelphia sejak awal pandemi, yang sebagian besar dikarenakan oleh tamu yang menghadiri konser Taylor Swift di kota tersebut.
Pembelajaran untuk Negara Lain
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!