Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

‘Swiftonomics’, Belajar dari Tur Taylor Swift yang Menguntungkan Singapura

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Langkah strategis Singapura untuk mengadakan konser eksklusif adalah Kebijakan Fiskal Ekspansif (Expansionary Fiscal Policy) yang "kreatif".

Kebijakan Fiskal Ekspansif tradisional pada umumnya melibatkan kebijakan-kebijakan seperti pengurangan pajak dan/atau peningkatan jumlah belanja pemerintah. Ahli Ekonomi Keynesian meyakini perlunya intervensi pemerintah untuk menstimulasi dan memperkuat aktivitas ekonomi selama resesi. Mereka memiliki pandangan bahwa "senjata-senjata" fiskal seperti ini masih diperlukan.

Namun para kritik berpendapat bahwa efek penggandaan dari kebijakan-kebijakan tradisional ini sangat tergantung oleh jeda waktu. Akibatnya, kebijakan-kebijakan fiskal seperti ini mungkin baru mempunyai dampak terhadap perekonomian suatu negara beberapa bulan atau, kadang-kadang, beberapa tahun setelah kebijakan-kebijakan tersebut dilaksanakan.

Namun pengalaman Singapura ketika menjadi tuan rumah tur Taylor Swift menjadi cerita yang berbeda.

Meski di satu sisi, perekonomian mengalami periode singkat inflasi karena tekanan dari sisi permintaan yang membuat harga beberapa barang dan jasa meningkat secara signifikan, tapi ketika keenam konser habis terjual, berbagai sektor perekonomian Singapura-termasuk hotel, maskapai penerbangan, dan restoran-mendapatkan dorongan pemasukan yang sangat dibutuhkan pasca COVID-19.

Pencapaian Singapura dari konser Taylor Swift bisa menjadi pembelajaran universal yang dapat dipetik oleh semua negara.

Jika direncanakan secara strategis, kebijakan belanja yang ditargetkan dan melibatkan nama-nama besar di industri hiburan, dapat menciptakan efek pengganda yang besar. Dampak seperti ini dapat membantu perekonomian yang sedang terpuruk untuk bangkit kembali.The Conversation

Tommy Soesmanto, Deputy Director - Undergraduate Business Programs; Senior Lecturer in Economics and Statistics, Griffith Business School, Griffith University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.