Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, BKSDA Kalbar Evakuasi Satu Individu Bayi Orangutan

📅 Kamis, 04 Jul 2024, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BKSDA Kalbar Evakuasi Satu Individu Bayi Orangutan Doc: Antara/HO/BKSDA Kalbar
Ket. Proses evakuasi seekor individu bayi orangutan dari warga Desa Mata-Mata Kayong Utara, Kalimantan Barat oleh petugas BKSDA Kalbar.

Kalbar - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat mengevakuasi satu individu bayi orangutan (Pongo pygmaeus) yang ditemukan dan diserahkan warga Desa Mata-mata, Kabupaten Kayong Utara.

"Kami bersama tim gabungan mengevakuasi satu individu bayi orangutan dari warga Desa Mata-mata Kayong Utara," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang BKSDA Kalbar, Birawa di Pontianak, Rabu.

Ia mengatakan, satu individu bayi orangutan ditemukan warga saat mencari ikan di Hulu Sungai Mata-mata di sekitar hutan.

Menurutnya, warga yang menemukan bayi orangutan itu tidak menemukan keberadaan induk orangutan tersebut. Karena itu, mereka berinisiatif menyelamatkan bayi orangutan tersebut dan dibawa ke desa.

Selanjutnya warga yang menemukan bayi orangutan menghubungi petugas Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ketapang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui anggota brigade KPH Kayong.

"Lokasi penemuan bayi orangutan ini dijangkau selama tiga jam perjalanan menggunakan sampan dari Desa Mata-mata dan mereka menemukan bayi orangutan ini di tepi Sungai Staman," katanya.

Saat ini, kata dia, petugas sedang memverifikasi lokasi penemuan bayi orangutan tersebut yang diperkirakan berada di bentang alam Hutan Lindung Sungai Paduan.

Proses penyerahan oleh warga kepada BKSDA Kalimantan Barat disaksikan oleh petugas Balai Taman Nasional Gunung Palung (Tanagupa) dan KPH Kayong.

Setelah penyerahan, dokter hewan dari Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (YIARI) melakukan pemeriksaan dan bayi orangutan tersebut diperkirakan berumur 10 bulan, berjenis kelamin jantan dan secara umum dalam kondisi sehat.

Selanjutnya bayi orangutan tersebut dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI di Ketapang untuk pemeriksaan lebih lanjut dan proses rehabilitasi sebagai tahapan pelepasliaran.

Kepala Balai Tanagupa, Himawan Sasongko mengapresiasi kesadaran masyarakat untuk menyelamatkan dan menyerahkan bayi orangutan tersebut kepada petugas berwenang. Tindakan warga ini menurutnya menjadi bukti bahwa warga sudah memahami pentingnya melindungi dan melestarikan orangutan.

"Orangutan adalah satwa yang dilindungi dan tidak diperbolehkan untuk dipelihara apalagi diperjualbelikan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.